Menang Lawan Chelsea, Hodgson Malah Dorong Pemainnya untuk Mabuk

Roy Hodgson tak merasa begitu yakin dengan kemenangan yang diraih Crystal Palace atas Chelsea dilanjutan pekan ke-8 Premier League Inggris akhir pekan kemarin. Menyambut kemenangan ini, Hodgson lantas tidak ingin melarang anak asuhnya untuk merayakan kemenangan yang baru saja diraih.

Tak hanya itu saja, Hodgson sampai-sampai memberikan kebebasan kepada semua pemain Palace jika ada yang ingin merayakan kemenangan tersebut dengan cara mabuk-mabukan. Adapun kemenangan Palace didapat ketika berhadapan dengan Chelsea, dimana mereka sukses mengubur semangat sang juara bertahan dengan skor tipis 2-1.

Gol kemenangan Palace lahir dari gol bunuh diri Cesar Azpilicueta dan aksi gemilang Wilfried Zaha. Sementara satu gol The Blues dicetak oleh sundulan Bakayoko. Dengan kemenangan ini, maka Palace tercatat baru mendapatkan kemenangan pertamanya dimusim ini.

Sebelum ini, Palace selalu kalah dalam tujuh pertandingan. Bahkan selalu gagal mencetak gol. Gol bunuh diri Azpi adalah torehan pertama ke gawang lawan. Alhasil, Hodgson tak mau dan menekan kepada pemain Palace. Kebebasan merayakan kemenangan atas Chelsea adalah keputusan mutlak dari Hodgson.

“Momen spesial yang pantas kami rayakan, saya baru saja mengatakan kepada para pemain bahwa mereka layak mabuk untuk kemenangan ini. Karena kami berhasil menang atas juara bertahan Premier League, dan kami layak menang,” ucap Hodgson.

“Peluang banyak hadir, kami nyaris banyak mencetak gol dan mempertahankan dengan bagus dari pertama hingga terakhir. Ini sangat luar biasa,”

Dilain sisi, Hodgson juga menyinggung penampilan anak asuhnya yang dipimpin oleh Yohan Cabaye cs yang terlihat bermain dengan sepenuh hati. Hodgson sangat puas dan bangga karena mereka bermain tidak memandang siapa itu Chelsea.

Hodgson sampai siap untuk bergabung dengan pemain Palace andai mereka ingin mabuk. Dalam beberapa pekan terakhir, dia mengaku tidak sempat minum karena harus memikirkan kesehatan dan Palace.

“Akhir-akhir ini, saya tidak menyetuh minuman, anggur merah bukan minuman yang terbaik jika Anda ingin mengurangi kalori. Akan tetapi, saya akan bergabung dengan anak-anak bila ingin mabuk-mabukan karena saya sangat bangga dengan penampilan mereka diatas lapangan.” Hodgson mengakhiri.

Rooney Enggan Mengikuti Jejak Lionel Messi

Inggris hengkang lebih awal pada ajang Piala Eropa 2016. The Three Lions –yakni julukkan untuk Inggris –telah berhasil dikalahkan oleh Islandia dengan perolehan skor yakni 1-2 bertempat di Allianz Riviera, Nice, ketika fase 16 besar, dinihari tadi.

Kala itu tiga singa sempat menduduki posisi pertama terlebih dahu ketika menit ke 4. Kala itu Wayne Rooney berhasil melakukan aksi mematikan dari tendangan penalti. Akan tetapi, 2 menit berlangsung, Islandia sukse mensejajarkan posisi kedudukan atas aksi tendangan first time yang dilakukan oleh Ragnar Sigurdsson.

Setelah laga tersebut, Wayne Rooney mengatakan dengan tegas bahwasannya dirinya tak ingin mengikuti jejak La Pulga( sebutan Lionel Messi) yang telah membuat keputusan mengakhiri masa karier dari tim naional Argentina setelah peroleh kekalahan pada ajang Copa America 2016.

“Pada malam ini tentu amat menyedihkan. namun saya amat menikmati dan amat senang dapat tampil bagi Tim nasional Inggris,” ujar penyerang yang kini tengah berumur 30 tahun itu.

Dibandingkan harus memikirkan masa karier, kala itu Rooney lebih senang menyaksikan pengganti Roy Hodgson yang memilih untuk hengkang selaku pelatih Inggris.” jika masih diyakini oleh sang manajer baru, saya tentunya akan hadir,” ucaap Rooney.

Selaku kapten The Red Devils, dirinya justru malah terpukau dengan nyali yang dimiliki Roy Hodgson yang menghantarkan begitu banyak gelandang muda pada ajang Piala Eropa 2016. Hal tersebut dipercaya Rooney menjadikan masa depan sepakbola bagi Inggris semakin cemerlang.

“Walau tak mudah untuk menyampaikannya, saya fikir Hodgson telah menjalankan hal baik bagi gelandangnya serta pada sepakbola Inggris. Saya mesti mengucapkan terima kasih terhadapnya,” ucap Rooney.

Rooney telah bembela Inggris mulai dari tahun 2003 lalu. Yakni jika dihitung sudah 13 tahun, disamping itu dirinya telah memperoleh 115 caps bersama dengan Tiga Singa dengan mencatatkan sebanyak 53 gol.

Hodgson Dapat Penambahan Masa Kontrak, Dengan Syarat..

Asosiasi Sepakbola Inggris yakni FA akan memberi penambahan masa kontrak bagi Roy Hodgson, dengan syarat dirinya sanggup menghantarkan Inggris paling tidak sampai menuju babak perempatfinal ajang Piala Eropa 2016.

Masa kontrak Hodgson diketahui akan usai setelah ajang Piala Eropa dan hingga sekarang ini belum adanya omobrolan menyangkut nasib kedepannya selaku pelatih  tiga singa(The Three Lions).

Selama 4 musim diasuh oleh Hodgson, Inggris memproleh sebanyak 33 kejuaraan, 14 kali imbang, dan 7 kali kegagalan dari total aga yang dimainkan yakni 54 laga baik laga duel ataupun laga persahabatan. Naming sayangnya, kualitas Hodgson hanya mampu membawa Inggris menuju babak  perempatfinal ajang kompetisi Piala Eropa tahun 2012 lalu.

Disamping itu Hodgson tak berhasil secara mutlak usai Inggris keluar posisi terbawah pada tahap grup ajang Piala Dunia tahun 2014 lalu. Walau begitu, Hodgson kerap kali diberi keyakinan penuh dari FA sampai dengan  pergelaran mayor ke 2 nya musim ini.

Chairman FA, yakni Greg Dyke, juga memberikan penambahan masa kontrak baru terhadap Hodgson dengan syarat dirinya sanggup menghatarkan  skuat The Three Lions paling tidak sampai menuju babak perempatfinal.

“Mengenai Roy, kami telah menginformasikannya dengan jelas bahwasannya tak ada hasil keputusan apa -apa yang diputuskan sebelum pergelaran tersebut usai,” ucap Dyke terhadap BBC 5 Live.

“Pastinya sebagai keberhasilan apabila Anda dapat masuk menuju tahap  semifinal,” tambahnya,

“Apabila kami tampil bagus dan apesnya jika harus gagal kontra tim raksasaatau dalam fase adu penalti pada babak perempatfinal, tentu kami akan adakan perundingan dengannya,” timpanya.

Sekarang ini Inggris berada pada posisi puncak Grup B dengan menjatatkan empar poin setelah 1 kali seri dan 1 kali unggul. Mereka Cuma memerlukan 1 angka dari pertandingan melawan Slovakia untuk dapat lolos menuju tahap 16 besar.

Komentar Bale Mengenai Inggris Disalah Artikan

Gareth Bale

Perkataan Gareth Bale menyebakan terjadinya adu argument jelang pentandingan antara Wales melawan Inggris pada babak lanjutan Piala Eropa. Kala itu Bale menekankan bahwasannya dirinya tidak akan mencabut kembali perkataannya.

Sama dengan sebelumnya, Bale sempat mengatakan atas penilainnya bahwa Wales mempunyai hasrat untuk tampil dan mempunyai rasa kebanggaan yang amat besar dibanding Inggris. Dari masing-masing tim tersebut dipastikan akan bertemu pada ajang kompetisi satu kota Britania, yang akan dilangsungkan di Stade Bollaert-Delelis, Lens, pada hari Kamis, tanggal 16 juni 2016, malam WIB.

Perkataan tersebut secara langsung menimbulan keritikan dari pihak Inggris. Sang Pelatih-Inggris, yakni Roy Hodgson lebih tidak menghiraukan dan tak mau menanggapi hal tersebut, dengan mengatakan bahwasannya hal tersebut merupakan hak Bale dalam memberi pendapatnya. Disamping salah seorang pemain Inggris, bernama Jack Wilshere mengatakan dari kedua belah pihal memang tidak begitu mengagumi satu sama lain, walau dikatakan ‘bersudara’.

Bale sendiri menilai ungkapannya tersebut dengan anggapan yang salah. Dirinya menekankan bahwasannya penyampaiannya tersebut di katakana yang sebagaimana adanya seorang pemain Wales, yang menganggap timnya lebih bagus.

“Saya tak sekalipun menyatakan mereka tak memounyai hasrat atau kekaguman. Saya hanya menilai, dari menurut penilaian saya, bahwasannya hasrat dan kekaguman kami lebih tinggi dan saya percaya bahwa mereka yang beranggapan pun sama yakni lebih bagus,” ucap gelandang Los Blancos ini disampaikan dari Sky Sports.

“Semua orang tentunya bahagia menilai sesuatu yang sedikit menyimpang dari jalurnya. Saya bangga atas pendapat saya dan saya percaya kami mempunyai daya juang tim yang besar, mungkin ini yang paling baik yang sebelumnya beluh pernah saya lihat pada tim.”

“Apakah itu sepakbola ataukah rugby, apa saja olahraganya yang ada di Wales, kami terlihat mempunyai tingkatan lebih lanjut. Anda betul-betul dapat merasakan pada saat berada di lapangan, melihat laga-laganya, dan setelahnya saya hanya menyampaikan komentar saya,” tambahnya.

Fans Inggris buat Rooney dan rekan-rekannya jadi insomnia

 

Timnas Inggris nampaknya akan terkena insomnia(sulit tidur) pada saat mengikuti pertandaingan pertamanya pada babak kualifikasi Grup B yakni pada ajang Piala Eropa kontra Rusia, yang dilangsungkan di Stade Velodrome, Marseille, pada hari Sabtu, tanggal 11 juni 2016.

Kecemasan itu hadir usai Wayne Rooney dipsisikan di hotel yang kala itu lokasinya tidak jauh dengan fan zone.

Sang manajer yakni Roy Hodgson bersama dengan gelandangnya bertempat di sebuah hotel yakni bernama hotel Golden Tulip Massalia. keberadaan hotel itu tidak jauh dengan tempat berkumpul para pendukung yang mana terdapat ribuan supporter berkumpul di tempat tersebut akan senarak sebab akan sebagai titik bertemunya penggemar Rusia dan Inggris, plus pendukung Perancis yang menunggu kickoff  kontra Rumania pada hari Jumat malam.

Sebenarnya, fan zone dimulai sampai dengan pukul 01:00 pagi, waktu setempat namun kepadaan pendukung diharapkan akan teris ada di tempat tersebut.

Dengan begitu, Hodgson serta gelandangnya cuma dapat berharap kericuhan pendukung tak menjadikan down, dan mereka  mereka akan tetap stabil sebelum mengikuti pertandingan  pertamanya.

Disamping ancaman kericuhan, fan zone pun dikalim sebagai aksi teror terhadap serangan teroris dan kecemasan sebagai lokasi keributan antara masing-masing pihak.

Kecemasan tersebut tak ayal menjadikan Federasi Sepak Bola Inggris atau disingkat dengan nama FA mengklaim UEFA kala itu merekalah yang membuat keputusan tempat singgah(hotel) hotel tim. Hal tersebut yang membuat Rusia yang bertempat di Hotel Marseille Palm Bech yang tak jauh keberadaannya dengan fan zone.