Ramos Sangkal CR7 yang Punya Wewenang di Madrid

Sergio Ramos menyangkal atas tudingan salah satu media asal Inggris, yang mengatakan Cristiano Ronaldo sebegai pengendali Real Madrid. CR7-julukan Cristiano Ronaldo dikabarkan membuat pembatalan sejumlah transfer pesepak bola top menuju tim yang mendapat julukan El Real tersebut.

Salah satu media mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo mendesak Florentino Perez selaku Presiden untuk klub Real Madrid, untuk tak menghadirkan Paul Pogba dalam jendela transfer musim panas lalu. Sampai-sampai, Cristiano Ronaldo kdikatajan selaku orang yang mempunyai peran vital pada proses pindahnya Paul Pogba menuju Setan Merah(Manchester United).

Tak cuma itu, pesepak bola Tim nasional Portugal itu selaku sosok paling krusial di tim El Real. Sederet media Spanyol pun mengatakan Cristiano Ronaldo tidak mau hadirnya Pierre-Emerick Aubameyang selaku penyerang Borussia Dortmund menuju Real Madrid.

“Tersebut tidaklah benar. Anda cuma mengabarkannya sendiri, tanpa mencaritahu kembenarannya,” ucap Ramos, seperti yang disampaikan salah satu media.

Untuk kelanjutan, Sergio Ramos memperlihatkan apabila Cristiano Ronaldo bukan menjadi salah 1 pesepak bola berpengaruh di El Real ketika kontra Eibar. Pada pertandingan yang dilangsungkan di Estadio Municipal de Ipurua, Real Madrid unggul ayas skor 4-1 tanpa hadirnya Cristiano Ronaldo yang mendapati cedera otot.

“Apabila suatu saat saya menyatakan apabila CR7 tak dapat tampil (untuk El Real), tersebut berarti kita semua yang mesti bergerak. Kita semua sama dan yang menjadi intinya ialah daya saing,” ucap bek yang berasal Spanyol itu.

Isco Berencana Hengkang, Berikut Kata Zidane…

Zinedine Zidane menjawab pernyataan Isco yang berencana angkat kaki dari skuat Real Madrid. Kala itu Isco berencana untuk hengkang dari Santiago Bernabeu Stadium sebab sedikitnya waktu untuk tampil main.

Isco telah bermain tujuh belas kali bersama dengan klub yang berjulukan El Real pada kompetisi Liga Spanyol. Akan tetapi, pesepak bola berumur 24 tahun tersebut baru 3 kali tampil dengan Full bagi klub Real Madrid.

“Saya sedang berada di Madrid dan mau terus lebih lama. Namun, mulai saat ini sampai dengn akhir musim, saya akan memutuskan. Nasib saya yang jadi taruhannya.” ujar Isco, disampaikan lewat salah satu media olahraga.

Mengetahui perkataan Isco, Zidane secara cepat angkat suara. Manager yang berasal dari Prancis tersebut takin apabila Isco akan menyuguhkan yang terbaik bagi El Real sampai dengan akhir musim ini.

“Perkataannya dapat dipahami, saya tak ingin memeprsoalkan ha tersebut. Anda bertanya pada Isco dan dirinya memberikan responsnya,” ucap Zidane, disampaikan lewat salah satu media olaraga.

“Akan tetapi, saya yakin dirinya amat konsentrasi bersama dengan kami. Dirinya pesepak bola yang amat bagus. Saya bakal menyaksikannya bermain bagi El Real,” ucapnya lagi.

Zidane menambahkan bahwasannya Isco tahu gimna cara kerja skuat arsitek El Real dalam menjalani pergantian pemain. “Dirinya mengetahui apabila saya amat suka pada dirinya. Saya menyukai gaya dirinya tampil main dan menilai sebagai sosok pesepak bola besar,” ucapnya menutup.

“Banyak Kesalahan yang Dilakukan Napoli”

Arsitek pada skuat Napoli, yakni Maurizio Sarri merasa skuatnya melakukan banyak kesalahan sampi dengan akhirnya gagal dari El Real(julukan Real Madrid). Namun Maurizio Sarri percaya dan yakin dapat memutar keadaan.

Napoli menelan kekalan atas skor 1-3 ketika kunjungan menuju Santiago Bernabeu pada paruh ke-1 fase 16 besar –Liga Champions, hari Kamis, tanggal 16 Februari 2017 dinihari WIB. Sempat menang terlebih dahulu melalui gol Lorenzo Insigne, Napoli pada akhirnya malah K.O.

Sarri sempat katakan bila Real Madrid memang bermain lebih bagus. Namun dirinya pun merasa Napoli melakukan begitu banyak kesalahan.

“Ketidak samaan yang paling besar dari pada yang biasanya ialah kami ketelepasan bola begitu sering pada saat tengah membuat serangan. Hal tersebut kian menyusahkan sampai-sampai dalam pertahanan kami,” ucap Sarri pada jumpa pada awak media seperti yang disampaikan dari akun resmi UEFA.

“El Real merupakan skuat terbaik yang adadi dunia, namun ironisnya kami telah melakukan begitu banyak kesalahan pada bola sebab pada umumnya kami tak semikian,” tambahnya.

Napoli bakal bergantian sebagai skuat tuan rumah pada paruh ke-2 tanggal, 7/2/2017 mendatang. Sarri optimis bahawasannya Marek Hamsik dan rekan-rekan dapat menjawab atas kekalahan pada paruh ke-1 dengan bergantian unggul di markasnya sendiri.

“Paruh ke-2? Kami bakal berupaya untuk juara yakni dengan skor  akhir 2-0, namun saya rasa Real Madrid tak akan sejalan dengan hak tersebut,” ucap Sarri.

Beber Alvaro Morata Terkait Juve

Alvaro Morata angkat bicara terkait masa depannya di El Real(julukan Real Madrid) dan jalinannya dengan Juve. Morata sempat akui, dia sebenarnya mau terus menetap di Juventus.

“Saya bukanlah yang berasal dari Italia, namun saya mencurahkan semuanya bagi I Bianconeri(sebutan Juventus) dan mau untuk terus berada di sana dalam jangka waktu yang panjang,” ucap Morata seperti disampaikan lewat salah satu media.

Morata dijual oleh El Real menuju Juventus ditahun 2013-2014. Kala itu Morata dilego dikarenakan selalu dijadikan pemain pelapis Karim Benzema pada baris depan E Real.

Tak dibayangkan sebelumnya, Morata malah bermain bagus bersama dengan Juventus. Kala itu Morata tampil sebanyak 63 kali dan mencatatkan lima belas gol.

Pesepak bola yang berusia 24 tahun tersebut pun mempunyai andil membawa menuju fase final Liga Champions tahun 2014-2015. ironis, pada fase final, Juve gagal atas skor 1-3 kontra Barca.

Performa yang memukau tersebutlah yang menjadikan Real Madrid yang pada akhirnya mengembalikan Morata. Real Madrid menghadirkan Morata dengan biaya senilai 30.000.000 euro.

Namun disayangkan, Morata nyatanya kembali dirinya tak sering diturunkan El Real. Dia tetap sebagai opsi ke-2 di bawah Karim Benzema.

“Juve sadar itu (harapan ingin bertahan lebih lama). Yang menjadi persoalan, Real Madrid sudah menjadi angan saya sedari saya masih kanak-kanak. Tak adanya pilihan pengrekrutan kembali, Anda mesti bekerja dengan keras demi melepaskan saya dari Turin,” ucap Morata.

Rindu Kamar Ganti

Morata akui, hal yang menjadi keriannya dari Juve ialah keadaan di kamar ganti. Ia berpendapat, para pesepak bola Juve sudah menyokongnya menyusaikan diri dengan sangat cepat di Italia.

“Saya rindu dengan pemain-pemain Italia. Barzagli, Bonucci, Marchisio, Buffon, Chiellini. Mereka merupakan sumber penyesuaian diri saya di Juve dan Turin,” ucap Morata.

“Bila keadaan kamar ganti, kurang bagus di Juve, saya tidak bakal bermain apik,” ucap Morata menambahkan.

Gegara CR7, Marcelo Ini Diejek Fans Madrid

Nama Marcelo yakni selaku bek pada skuat Real Madrid secara mengejutkan menjadi heboh diperbincangkan pada media sosial sebab dirinya gegabahnya lupa memberikan ucapan selamat ulang tahun terhadap teman satu tim dengannya, yakni CR7(sebutan Cristiano Ronaldo).

Tepat ditanggal 5 Februari 2017, sederet pesepak bola papan atas di dunia tengah merayakan hari ulang tahun, seperti Neymar Jr, Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo. Namun, Marcelo memberikan mengirimlan ucapan selamat terhadap teman satu negaranya, yakni Neymar, lewat akun Instagram.

“Selamat ulang tahun, semoga pajang umur sehat selalu, diberi keberhasian dancinta. Saya menyayangimu!!! Kalimat yang dituiskan Marcelo, dengan mengupload foto dirinya dengan Neymar lewat akun Instagram pribadinya.

Langsung saja, dengan cepat namanya menjadi heboh di mendsos. Fans Real Madrid kelihatannya kecewa atas sikap pesepak bola yang berasal dari Brasil tersebut yang lebih mengutamakan untuk memberikan ucapan selamat terhadap Neymar dibanding dengan Cristiano Ronaldo.

Cukup banyak yang mempertanyakan perilaku Marcelo itu. Supaya persoalan ini tak berbuntut panjang, kala itu Marcelo kembali memasang foto dirinya dengan Cristiano Ronaldo dan meberikan ucapan selamat ulang tahun terhadap pemain bintang Real Madrid tersebut.

“Hari ini merupakan hari dari sosok pecundang. Selamat, beruntung bro, berikut kalimat ucapan selamat ulang tahun Marcelo terhadap Cristiano Ronaldo, dengan memasukan emoji dengan gambar senyum.

Madrid Kalah, Sergio Ramos Justru Senang

El Real terdepak dari Copa del Rey. Akan tetapi, selaku bek danjuga sebagai Kapten tim(Real Madrid) yakni Sergio Ramos justru merasa gembira. Kenapa begitu?

Kala itu Madrid berhasil ditahan imbang oleh Celta Vigo dengan skor 2-2 dalam laga paruh ke-2 fase perempat final-Copa del Rey yang dilangsungkan di Stadion Balaidos, hari Rabu, tanggal 25 Januari 2017 waktu setempat. Hasil itu menjadikan skuat arahan Zinedine Zidane mesti terdepak, usai gagal agregat 2-3.

“Lebih baik terdepak pada fase awal dibandingkan nanti. Karena, pada Liga Champions dan La Liga masih banyak laga besar. Saya merasa  yakin bahwasannya  sang pelatih(Zidane) senang atas penampilannya dan dirinya lebih suka kalah dengan cara seperti ini,” ucap Ramos pada akun resmi Real Madrid.

Sergio Ramos akui memang adanya rasa kecewa. Akan tetapi, dia berupaya melihat sisi baik dari kekalahan skuatnya.

“Kami merasa kecewa di kamar ganti sebab kami kedepak dari pertandingan, namun utamanya sebab performa seperti ini. Kami mesti bangkit sesegera mungkin.”

“Hari ini merupakan hari pada saat kami mesti menyatu dan memikirkan soal Liga Champions dan La Liga dalam menjaga antusias kami. Pada saat kami terdepak dari laga, ini tak mudah dan tak mengenakan untuk pesepak bola atau penggemar, namun kami bakal terus mencurahkan semuanya dan memperlihatkan sikap yang serupa anggap belajar dari kesalahan.”

Cendera Jangan Dijadikan Alasan

Dalam pertandinga tersebut, El Real tidak didukung oleh sederet pesepak bola utama. Seperti Gareth Bale, Pepe, Raphael Varane, James Rodriguez, Marcelo dan Luka Modric. Akan tetapi, untuk Ramos, ini bukan suatu alasan.

“Kami mesti menyampaikan selamat pada Celta Vigo sebab mereka berhasil lolos. Cedera tak menjadi sebuah alasan. Kami mendapati penampilan yang luar biasa dan saat ini kami mesti bangkit,” ungkap Ramos menambahkan.

Tundukkan Deportivo, El Real Buat Rekor Baru

Atas kesuksesan kontra Deportivo La Coruna, dengan catatan tidak pernah kalah El Real-kulukan Madrid tetap berlanjut. 1 rekor anyar untuk Real Madrid pun belum lama ini tercipta.

Real Madrid berhasil menundukkan Deportivo dengan skor 3-2 pada laga yang dilangsungkan di Santiago Bernabeu, hari Minggu, tanggal 11 Desember 2016 dinihari WIB. 3 gol dari skuad tuan rumah dipukul rata oleh 3 orang pemainnya yakni Mariano, Sergio Ramos, dan Alvaro Morata. Kala itu Deportivo sempat menang melalui lesakkan 2 gol dari Joselu.

Keunggulan tersebut tidak cuma mengembalikan selisih El Real dan FC Barcelona pada papan klasemen menjadi 6 angka. Atas hasil tersebut, tandanya Real Madrid tidak ada kekalahan dan selalu menang dari 35 lagan terakhirnya di seluruh laga yang dimainkan.

Untuk El Real sendiri, laju tidak terkalahkan ini merupakan laju yang paling panjang pada sejarah klub. Klub yang merupakan ibukota Spanyol tersebut melewati catatan yang sama pada tahun 1988 hingga 1989 ketika mereka masih diasuh oleh Leo Beenhakker.

Pada waktu terakhir Real Madrid gagal ialah ketika dibulan April lalu, ketika mereka tak gagal atas skor 0-2 atas Wolfsburg pada kompeisi Liga Champions. Sesudahnya, skuad arahan Zinedine Zidane ini memperoleh 26 kesuksesan dan Sembilan dengan hasil imbang di setiap laga yang dimainkan

EL Real pula mendekati raihan rekor yang dimiliki Milan, yang sempat melaju pada tiga puluh enam yang tak terkalahkan di semua pertandungan pada tahun 1991/1992. Mereka dapat menyamakan rekor AC Milan andai tak gagal pada semifinal Piala Dunia-Antarklub, hari Kamis, tanggal 15 Desember 2016 mendatang.

Benzema; Menjadi Pemenang Ke 1 atau Ke 2 Grup Tetap Sama

Real Madrid berhasil masuk menuju fase knock out–Liga Champions selaku juara 2. Kala itu Karim Benzema berkata kesempatab menang juara tak memperuhi posisi grup.

El Real menyudahi tahap grup selaku juara 2 usai tampil seri kontra Borussia Dortmund dengan skor 2-2 pada laga yang dilangsungkan di Santiago Bernabeu, hari Kamis, tanggal 8 desember 2016. Skuad arahan dari Arsitek Zinedine Zidane tersebut menatatkan 12 angka, dengan ketinggal 2 angka atas Dortmund yang sebagai pemenang grup pada posisi pertama.

Selaku jawara 2 grup, Real Madrid bakal bertemu dengan pemenang grup di fase 16 besar-Liga Champions. Kapasitas rival El Real(julukan Madrid) nantinya ialah The Gurnners selaku pemenang pada Grup A, Napoli pemenang pada Grup B, AS Monaco pemenang pada Grup E, The Foxes pemenang pada Grup G, atau Juve pemenang pada Grup H.

Karim Benzema yang memasukkan 2 gol dan menjadikan kemenangan bagi Real Madrid sampai dengan selanjutnya Dortmund kembali dalam pertandingan yang dihelat di Santiago Bernabeu ini tidak mempersoalkan posisi akhir skuadnya pada fase  grup. Dirinya tetap percaya dan yakin dengan kesempatan Real Madrid untuk menjadi pemenang Liga Champions.

“Seperti pada umumnya, tujuannya ialah menjadi pemenang grup. Namun agar dapat menjadi pemenang Liga Champions tak ada yang berbeda, tetap sama mau berada pada posisi ke 1 atau ke 2 fase  grup sebab pada akhirannya kami mesti menundukkan semua pesaing,” ucap Benzema seperti disampaikan oleh salah satu media.

“Kami mengharapkan kesuksesan tadi malam namun Dortmund amat tampil baik. Laga barusan amat sulit,” ujar penyerang internasional Prancis tersebut.

Amat Penting Menjadi Pemenang Grup Bagi Dortmund

Borussia Dortmund membidik posisi pemenang grup agar dapat menuju pada babak kualifikasi Liga Champions. Dortmund mau lolos dengan tambah percaya diri.

Die Borussen hanya perlu hasil seri agar dapat mengamankan posisi pemenang grup F, saat kunjungannya menuju Real Madrid, hari Kamis, tanggal 8 Desember 2016 dinihari WIB. Thomas Tuchel merasa pertandingan ini plus bakal jadi barometer untuk skuadnya.

Telah diyakini bakal lolos, Dortmund mau menghitung sejauh mana kualitas skuadnya. Kesuksesan jelas bakal menjadi tambahan keyakinan diri yang kekar dan memperlihatkan mereka dapat bersaing dengan sederet skuad papan atas.

“Hal utamanya sebagai yang ke 1 di grup ialah untuk memperlihatkan Anda pantas menjadi yang pertama. Keyakinan diri atas juara atau dibanding di sini pada tingkat ini, dengan suasana ini, itulah kualitas dari memenangi grup,” ucap Tuchel disampaikan dari salah satu media.

“Tersebut bukan satu keuntungan bagi fase selanjutnya menurut pengamatan saya, lebih ke keuntungan untuk perkembangan kami. Kalau Anda fokus hanya ke hasil, banyak kejadian yang tidak dibayangkan sebelumnya bakal terjadi.”

“Kami mengetahui gimana kondisinya, kami mempunyai peluang untuk tampil tanpa adanya tekanan atas titik awal yang kami miliki. Kami mengetagui dapat tampil untuk juara, untuk seri, sampai-sampai bila kami gagal pun kami dapat lolos menuju fase selanjutnya.”

“Ini bakal baik untuk menghitung tungkatan yang kami punya, untuk terus berkembang dan tumbuh,” tambahnya.

Dortmund saat sebelumnya tampil seri yakni 2-2 pada laga pertama melawan Real Madrid. Mereka menjuarai 4 pertandingan yang lain, masing-masing kontra Sporting dan Legia Warsawa.

 

Cetakan Gol Mesut Oezil Hanya Ada di Game PS

Pemain andalan The Gurnners, yakni Mesut Oezil, membicarakan gol indah yang dihasilkannya pada kualifikasi grup Liga Champions tahun 2016/17.

Gol tersebut berlangsung pada waktu Arsenal tandang menuju kandang Ludogorets yang berada di Stadion Vasil Levski di laga minggu ke empat pada tanggal 2/11/2016.

Penampilan Oezil ketika masuk menit 87, menjadikan supporter merasa kagum. Usai melewati tiga pesepak bola lawan hingga terjatuh, termasuk penjaga gawang, pemanin yag merupakan bintang Jerman tersebut melesakkan bola dengan sepakan menuju gawang.

Gol Oezil mendapati keunggulan atas skor 3-2 The Gurnners dari skuad tuan rumah. Hasil tiga angka pun menjadikan skuad arahan dari Arsene Wenger memperoleh tiket menuju tahap kualifikasi.

Dengan jumlah sebanyak 72 kali membobol jaring milik lawan sejauh berkarier selaku pemain sepakbola profesional, Oezil merasa gol di kandang Ludogorets merupakan gol terbaiknya. Ia menganggap gol semacam itu hanya dapat terjadi pada sebuah pemainan game-yang ada di Playstation.

“Saya telah memasukkan banyak gol, namun yang 1 ini sangat istimewa,” ucap pesepak bola yang kini berumur 28 tahun tersebut.

“Gol semacam ini umumnya cuma dapat disaksikan lewat game Playstation. Mungkin hal tersebut merupakan gol paling baik yang pernah saya hasilkan,” ucap Oezil.

Sedari bergabung menuju klub Arsenal sejak tahun 2013 silam hingga saat ini, Oezil telah mencatatkan sebanyak 27 gol. Raihan tersebut menyamakan pencapaiannya pada saat tiga tahun musim perkuat Real Madrid.

Kesuksesan telak pada skor 5-0 kontra Swansea dirasa sang arsitek Mauricio Pochettino selaku dorongan agar dapat mengembalikan keyakinan diri Tottenham Hotspur.

Spurs unggul atas cetakan Harry Kane dan Christian Eriksen masing-masing memasukkan 2 gol, dan juga dari tambahan gol yang dilakukan Son Heung-min.

Pochettino berpendapat, performa skuadnya memperlihatkan kelayakan mereka juara.

“Kami bermain lebih dominan dan menghasilkan banyak kesempatab, disamping itu Swansea tidak,” ucanya pada konfrensi pers setelah laga usai.