Catatan Gol Eder Kerap Dijadikan Sebagai Penentu

Portugal memenangi ajang Euro 2016 setelah sukses menundungkan tim tuan rumah yakni Prancis dengan skor akhir 1-0 melalui gol penambahan waktu gelandang pelapis Eder pada fase final. Adanya satu perangkaan yang memukau dari penyerang Portugal yang berasal dari klub Lille eks penggawa dari Swansea City ini.

Itu merupakan gol perdana dan juga yang terakhir bagi Eder pada 3 aksi yang dimainkan pada ajang Euro 2016 (rata-rata selaku gelandang pengganti). Itu merupakan gol yang ke 4 untuk Eder denga total 29 aksi yang dimainkan bagi Portugal pada ajang Internasional.

Yang lebih menariknya lagi, ke 4 gol yang dihasilkan Eder tersebut kelap sebagai gol penentu pada hasil akhir untuk Portugal. Yang lebih luar biasanya lagi, seluruhnya berakhir dengan keunggulan.

Saat sebelum memasukkan 1 gol yang menjadikan Portugal menundukkan Prancis pada babak final Euro 2016, kala itu Eder mencatatkan yakni masing-masing 1 gol pada 3 pertandingan uji coba Portugal. Dengan dubuka dengan 1 buh gol melawan Italia pada bulan Juni tahun 2015 kemarim, Eder meneruskannya dengan menjebol gawang milik Norwegia dan juga Estonia.

Sederet gol yang dilahirkan Eder kerap sebagai penentu untuk hasil akhir atau skor akhir.

Disamping dengan perolehan skor 1-0 kontra Italia dan Prancis, kala itu Eder memasukkan gol dengan merubah skor menjadi 3-0 kontra Norwegia dan skor sekor tersebut berada pada tetap sampai dengan dibunyikannya peluit panjang. Dirinya pun mencatatkan gol dengan merubah skor menjadi 7-0 saat kontra Estonia, ketika itu skor tersebut dapat bertahan sampai dengan dibunyikannya peluit panjang.

Keberuntungan Eder itu pun kembali hadir pada fase final Euro 2016 dan untuk yang sekarang ini Les Bleus yang menjadi korbannya. Alhasil, Portugal berhasil mendapati gelar pertama mereka.

 

 

 

 

Seluruh Gelandang Prancis Berpotensi Bagi Portugal

Selaku pelatih dari timnas Portugal, yakni bernama Fernando Santos merasa bahwa semua gelandang Prancis mempunyai potensi dalam mencelakakan timnya pada pertandingan final nanti. Kala itu Portugal akan bertanding melawan Prancis pada pertandingan Final kompoetisi Piala Eropa 2016, yakni hari Senin tanggal 11 juli 2016 dinihari WIB yang diselenggarakan di Stadion Stade de France.

“Apabila kami mesti mencemaskan satu orang gelandang, tentu kami mesti mencemaskan semuanya. Saya juga mestis mencatatkan seluruh gelandang Prancis,” ucap Santos pada situs resmi.

Portugal untuk yang kedua kalinya masuk menuju fase final pada ajang Piala Eropa. Selecao das Aquinas pertama kali lolos ke final pada Piala Eropa tahun 2004 silam ketika menjadi tuan rumah. Akan tetapi pada fase final, mereka berhasil di taklukan dengan skor tipis yakni 0-1 atas Yunani.

Ketika fase final saat ini, lawan Portugal bukanlah tim kejutan melainkan sebagau tim tuan rumah yakni Prancis. Disamping dijagokan dalam hal tersebut, Prancis pun dijagokan dikarenakan dihuni oleh sederet gelandang berkelas internasional.

Untuk selanjutnya, armada Didier Deschamps juga sanggup bermain dengan cukup baik selama kompetisi Piala Eropa 2016. Kala itu Le Bleu sama sekali tidak mendapati kegagalan pada tahap grup dan selalu sanggup meraih kejuaraan pada waktu normal ketika tahap kualifikasi.

Walau tidak dijagokan, Santos peraya bahwa Portugal dapat mengancam Prancis. Menurutnya, tim Portugal juga tidak kalah mencolok dari tim Prancis.

“Mereka mempunyai sederet gelandang yang hebat yang tampil bermain pada klub raksasa. Sudah pasti, dari masing-masing gelandang dapat menghadirkan perbedaan, namun Portugal pun mempunyai skuat yang hebat dengan sederet gelandang juara di dalamnya,” ucap Santos menyudahi.

‘Tawaran MU Dipercayai Membuat Pogba Sulit Memutuskan’

Eks gelandang dari Juventus, yakni Alessandro Del Piero sempat menyampaikan bahwasannya ada tawaran yang datang dari Setan Merah(MU) yakni tengah mengincar Pogba atas hal tersebutlah akan menjadikan Paul Pogba agak berat dengan membuat pilihan mengenai nasib kedepannya.

Nama Paul Pogba belakangan ini bemberitaan mengenai dirinya sangat kecang berhembus yang mengatakanan bahwasannya dirinya disangkut pautkan dengan The Red Devils –julukkan untuk Manchester United, klub yang kala itu sempat dirinya belajar dan menambah ilmu sebelum akhirnya bergabung dengan Juventus ketika tahun 2012 lalu dengan predikat bebas transfer tanpa adanya klosul pelepasan.

Dari sebuah sumber ternama menyatakan bahwaperwakilan  dari The Red Devils, yakni Ed Woodward sedang melakukan penawaran dengan pihak Juventus dan disamping itu berharap agar kembali menghadirkan Paul Pogba.

Kabar yang persis sama yang mengatakan bahwa The Red Devils siap meneluarkan biaya yang cukup besar demi pemain asal Prancis tersebut dan dijanjikan dengan jumlah honor amat tinggi bila berada di Old Trafford.

“Paul Pogba merupakan gelandang luar biasa, mempunyai kemampuan yang begitu hebat dan sudah memperlihatkan hal teresebut terhadap masyarakat luas,” ucap Del Piero.

“Saya tidak mengetahui apa yang nantinya bakal terjadi, ada begitu banyak pembahasan dan saya rasa Juve mau mempertahankan dirinya paling tidak 1 tahun lagi,” sambung Del Piero.

“Namun sudah jeals The Red Devils merupakan klub raksasa, hal tersebut juga merupakan hal yang tidak mudah untuknya dalam membuat keputusan mana yang terbaik. Namun selaku eks gelandang  Juventus, saya mengharapkan dirinya dapat bertahan,” timpanya lagi.

 

 

 

Portugal Lolos Semi Final Sebab Faktor Keberuntungan?”

Salah seorang gelandang Muda dari Tim nasional Portugal, yakni Renato Sanches tak terima dengan tudingan yang mengatakan bahwa negaranya telah berhasil masuk menuju babak semi final disebabkan adanya keberuntungan semata. Sanches sempat mengatakan skuatnya sukses berada dalam tahap sekarang  ini sebab dari hasil jerih payah timnya dalam beberapa pekan belakangan.

Portugal pribadi belum lama ini telah dipastikan bahwa selaku skuat 1 yang berhasil masuk menuju fase semi final Euro 2016 usai menundukkan Polandia lewat fase adu penalti. Dari beberapa pihak yang berpendapat atas perolehan Portugal itu terjadi sebab adanya keberuntungan belaka, sebab dari performa anak didik dari Fernando Santos tersebut kurang menjanjikan selama berlangsungnya pergelaran Euro 2016 ini.

Sanches pribadi tak lain pendapat dengan ungkapan tersebut, sebab dirinya merasa skuatnya telah berusaha dengan amat keras takni selama beberapa waktu belakangan. “Sekarang ini keondisi berubah yaitu menjadi amat baik untuk kami. Kami menghadirkan yang tampilan sebaik mungkin ketika berada di lapangan, dan berbagai komentar  yang datang semakin menjadikan kami semakin kokoh” ujar Sanches.

“Tentu melawan Polandia merupakan peristiwa yang baik untuk skuat, dan saya pun merasa gembira dapat memasukkan gol pada pertandingan ini. Kami berusaha dengan amat keras disamping itu kami kerap kali menyajikan penampilan terbaik yang punya. Beberapa orang selalu saja mengomentari kami, akan tetapi kami tak mau memusingkan hal tersebut yakni komentar-komentar yang adasebab kami tampil pada pertandingan semi final”

“Perlu usaha yang maksimal dan amat besar agar dapat ‘peroleh keberuntungan’ ini. Kemungkin kami berusaha dengan begitu keras menjadikan keberuntungan tersebut hadir dan mendatangi kami” ungkap pemain belia Bayern Munchen ini.

Rooney Enggan Mengikuti Jejak Lionel Messi

Inggris hengkang lebih awal pada ajang Piala Eropa 2016. The Three Lions –yakni julukkan untuk Inggris –telah berhasil dikalahkan oleh Islandia dengan perolehan skor yakni 1-2 bertempat di Allianz Riviera, Nice, ketika fase 16 besar, dinihari tadi.

Kala itu tiga singa sempat menduduki posisi pertama terlebih dahu ketika menit ke 4. Kala itu Wayne Rooney berhasil melakukan aksi mematikan dari tendangan penalti. Akan tetapi, 2 menit berlangsung, Islandia sukse mensejajarkan posisi kedudukan atas aksi tendangan first time yang dilakukan oleh Ragnar Sigurdsson.

Setelah laga tersebut, Wayne Rooney mengatakan dengan tegas bahwasannya dirinya tak ingin mengikuti jejak La Pulga( sebutan Lionel Messi) yang telah membuat keputusan mengakhiri masa karier dari tim naional Argentina setelah peroleh kekalahan pada ajang Copa America 2016.

“Pada malam ini tentu amat menyedihkan. namun saya amat menikmati dan amat senang dapat tampil bagi Tim nasional Inggris,” ujar penyerang yang kini tengah berumur 30 tahun itu.

Dibandingkan harus memikirkan masa karier, kala itu Rooney lebih senang menyaksikan pengganti Roy Hodgson yang memilih untuk hengkang selaku pelatih Inggris.” jika masih diyakini oleh sang manajer baru, saya tentunya akan hadir,” ucaap Rooney.

Selaku kapten The Red Devils, dirinya justru malah terpukau dengan nyali yang dimiliki Roy Hodgson yang menghantarkan begitu banyak gelandang muda pada ajang Piala Eropa 2016. Hal tersebut dipercaya Rooney menjadikan masa depan sepakbola bagi Inggris semakin cemerlang.

“Walau tak mudah untuk menyampaikannya, saya fikir Hodgson telah menjalankan hal baik bagi gelandangnya serta pada sepakbola Inggris. Saya mesti mengucapkan terima kasih terhadapnya,” ucap Rooney.

Rooney telah bembela Inggris mulai dari tahun 2003 lalu. Yakni jika dihitung sudah 13 tahun, disamping itu dirinya telah memperoleh 115 caps bersama dengan Tiga Singa dengan mencatatkan sebanyak 53 gol.

Tampilan Bermain Italia Buat Del Bosque Berfikir Keras

Juara bertahan pada ajang Piala Eropa, kala Spanyol dijadwalkan kontra Italia pada fase 16 Besar ajang Piala Eropa 2016. Pertandingan yang akan dilangsungkan di Stade de France, hari Senin tangga, 27 juni 2016, malam nanti. Sang Pelatih- Spanyol, yakni Vicente Del Bosque mengungkapkan, dirinya mesti meracik rencana yang jitu kala bertanding melawan partai ini.

Dikarenakan, Del Bosque berfikir bahwa Italia mempunyai metode bermain yang persis sama dengan yang dimiliki Spanyol.

“Italia adalah tim yang tangguh. Mereka lebih sering menguasai pada posisi pertahanan lawan,” ucap Del Bosque.

“Kami akan berusaha tampil dengan baik. Kami sudah menentukan metode-metode yang dibutukan untuk itu. Kami mendapati hambatanpada tim yang tamoil tak seimbang dengan kami, namun saya berharap semua akan berlangsung dengan sesuai perencanaan,”ucap Del Bosque dengan menambahkan.

Pertandingan ini adalah pengulangan fase Final Piala Eropa tahun 2012 lalu yang mana Spanyol menundukkan Italia dengan skor 4-0. 4 tahun sudah berlalu sedari final tersebut. Persainag dari masing-masing tim tersebut juga sudah berbeda.

“Pada fase Final tahun 2012 lalu, Italia sangat mini dari segi fisik dan berbeda dengan Italia yang saat ini. Mereka sekarang ini berada pada kedudukan yang lebih baik,” ucap Del Bosque.

“Begitu banyak atas ancaman Italia yang muncul dari sayap. Disamping itu mereka pun mempunyai ketajaman. Dalam memaksimalkan hal tersebut, mereka mempunyaisejumlah pemain yang menjadi andalan di tengah, namun kami akan tetap waspada terhadap metode penampilan mereka,” ujar Del Bosque dengan mengakhiri.

Juara dari partai Italia Vs Spanyol  akan bertemu Jerman pada fase delapan Besar. Kala itu Der Panzer –yakni nama julukan untuk Jerman- masuk menuju fase delapan Besar usai menggusur Slovakia dengan skor 3-1.

Ukir Prestasi Di Ajang Piala Eropa, Ini Ucap CR7..

Portugal berhasil masuk menuju fase 16 besar pada ajang Piala Eropa 2016 usai tampil dengan perolehan skor imbang yakni 3-3 kontra Hungaria, yang dilangsungkan dinihari tadi. Tim asuhan dari Fernando Santos tersebut berhasil masuk selaku posisi ke 3 terbaik.

Yakni sebanyak 3 kali berada diposisi bawah atas Hungaria, kala itu Portugal sukses dalam menyeimbangi skor atas gol yang dihasilkan oleh Luis Nani serta selama gol yang dihasilkan CR7. Memasukkan 2 gol, CR7 mendapat predikat yakni man of the match.

Hasil dari laga Hungaria melawan Portugal menjadi pertandingan partai yang sangat sengit pada kompetisi diajang Piala Eropa 2016. Selama ini, belum terciptanya skor mana yang lebih tinggi atas laga tersebut.

“Laga tersebut merupakan laga yang sedikit gila. Hungaria dapat memasukkan gol, pada akhirnya kami melakukan aksi balasan. Laga ini merupakan laga yang begitu seru dan sengit,” ucap Cristiano Ronaldo.

“Kerap menjadi sebuah hal yang khusus jika ditunjuk dengan predikat man of the match. Namun hal utama bagi kami ialah menjuarai laga. Akan tetapi kami tak berhasil menjalankannya,” katanya.

Disamping predikatnya sebagai  man of the match,salah satu bintang Los Blanco situ pun memasukkan prestasi baru pada ajang Piala Eropa 2016. Dirinya sebagai gelandang  pertama yang kerap kali memasukkan gol pada 4 laga Piala Eropa, yaitu pada tahun 2004, 2008, 2012, dan juga tahun 2016.

“Itu merupakan prestai yang berbeda. Sudah pasti saya gembira sebab ini adalah pencapaian yang baik. Saya sering kali berucap apabila prestasi tersebut hadir secara alamiah,” ujarnya.

Pada fase 16 besar kopetisi Piala Eropa 2016, Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan akan bertanding melawan juara dari Grup B,yakni  Kroasia yang dihelat di Lens, tanggal 25/6/2016 mendatang.

Gelandang Saling Lempar Sindiran, Tim Jerman Mulai Renggang

Selaku bek Tim nasional Jerman, yakni Jerome Boateng, sempat mengomentari lini depan skuatnya ketika tampil dengan skor 0-0 kontra Polandia yang digelar di matchday ke 2 Grup C pada ajang Piala Eropa 2016. Akan tetapi,  teman satu timnya, yakni Mesut Ozil membalas sindiran atas komentar yang sampaikan Boateng mengenai cara serangan Der Panzer.

Dari hasil 0-0 tak lekas menjadikan Boateng merasa gembira, sebab kekalahan lini depan Jerman yang tak sanggup menjuarai persaingan dengan sejumlah bek lawan. disamping itu, Boateng pun mengatakan tak banyak aksi yang ditampilkan pada baris tengah serta depan dalam menghasilkan kesempatan.

Ozil nampaknya tak merasa terima atas komentar yang disampaikan gelandang Bayern Muenchen itu. Selaku pengatur serangan The Gunners tersebut memberi jawaban yang diplomatis kepada ucapan adik dari Kevin-Prince Boateng  tersebut.

“Hak tersebut merupakan pendapat dirinya (Boateng). Dirinya tentu mengetahui tentunya cara sepak bola menerobos,” ucap Ozil, seperti disampaikan pada Goal.

Sekarang ini Jerman telah mencatatkan 4 angka dari 2 laga kualifikasi Grup C pada ajang Piala Eropa 2016. Total angka yang serupa dimiliki Polandia, kala itu terkejar oleh Irlandia Utara yang mencatatkan tiga angka, serta pada posisi terakhir Grup C yang diduduki oleh Ukraina, yang kala itu belum sanggup mengumpulkan jumlah poin.

Pada laga penentu Grup C, sejumlah anak didik daaari Joachim Loew mesti bertanding melawan Irlandia Utara. Disamping itu, Robert Lewandowski beserta rekan-rekannya harus kontra  Ukraina yakni jatuh pada tanggal 21/6/2016 dinihari WIB.

Juventus Sebagai Juara Bertahan, Morata Tak Mau Angkuh

Alvaro MorataSalah satu pemain serang tim nasional Spanyol, yakni Alvaro Morata mengatakan dengan tegas, pemain-pemain Spanyol tak merasa bahwasannya mereka yang menjadi sosok idola pada Piala Eropa tahun 2016 ini. Hal tersebut diucapkan Morata setelah menghantarkan Spanyol unggul dengan memperoleh skor 3-0 dari Turki pada laga ke 2 Grup D yang dilangsungkan di Stade de Nice, pada hari Sabtu, tanggal 18 juni 2016 dinihari WIB.

Spanyol sudah diyakini bakal bakal masuk menuju babak enam belas besar atas keunggulannya tersebut. Kala itu La Furia Roja – yakni nama julukan untuk Spanyol- secara mengejutkan sebagai idola dalam memperoleh sebuah gelar juara pada ajang Piala Eropa 2016 ini. Ditambah lagi, mereka pun berpredikat selaku sang juara bertahan.

“Hal yang paling utama, kami tak merasa apabila kami merupakan sosok yang di idolakan,” ucap Morata, yang memasukkan 2 gol pada laga kontra Turki, seperti ditulis pada akun resmi UEFA.

Disamping itu, menyangkut laga, Morata sempat akui keunggulannya tersebut dihasilkan atas saling bahu membahunya semua gelandang Spanyol. Pemain serang Juve terebut juga akui bahwa mencetak gol dan tampil bersama dengan Spanyol adalah cita-citanya yang kini menjadi nyata.

“Saya amat gembira atas laga ini, dari masukknya gol, dan adanya diri saya ditempat ini. Saya sering kali berkata, saya dahulu menyaksikan seluruh laga Spanyol melalui tayangan TV, dan saat ini saya hadir disini dan sebagai pemain utuk tampil bersama dengan skuat, hal ini seperti sebuah mimpi untuk saya,” ucap Morata.