CR7 Beri Hadiah Khusus Bagi Fans yang Tengah Sakit

Cristiano Ronaldo sedang melakukan persiapan untuk membela Portugal dalam pertandingan kontra Latvia pada fase penyisihan Piala Dunia 2018 wilayah Eropa, hari Minggu, tanggal 13 November 2016.

Sebelum laga tersebut, CR7-jukukan pada Ronaldo menjalani aksi yang amat menyentuh hati. Dirinya memberikan pesan khusus untuk pesepak bola Boavista FC, bernama Edu Ferreira.

Edu Ferreira adalah pesepak bola bola yang berasal dari Portugal yang masih berumur 19 tahun. Walau masih terbila muda, dirinya sudah mendapati penyakit yang mematikan, yaitu kanker.

“Edu yang saat ini tengah menderita kanker adalah seorang penggemar berat terhadap sosok kapten Timnas Portugal. Cristiani Ronaldo bakal memberikannya seragan yang telah ia tandatangan. Semua yang terbaik untuk Anda,” isi dari kata yang ada akun resmi milik Tim nasonal Portugal.

Disamping tanda tangan, pesepak bola yang koni tengah berumur 31 tahun itu menuliskan sebuah pesan khusus pada Edu, yaitu: “Mesti Kuat!”

Cristiano Ronaldo

Bukan Hal Pertama

Ini bukanlah untuk yang pertama kalinya Cristiani Ronaldo melakukan aksi sosialnya. Pada tahun 2004, dirinya hadir ke Indonesia untuk berjumpa dengan Martunis, seorang anak yang berasal dari Aceh yang berupaya bertahan hidup ketika peristiwa Tsunami.

Pada saat itu, Martunis mengambil simpati dunia setekah dapat bertahan hidup pada terjadinya bencana tersebut. Martunis yang kala itu memakai seragam Portugal dengan memakai nomor baju 10–Rui Costa, menundang rasa simpati Cristiano Ronaldo.

Eks pacar Irina Shayk tersebut segera menemui Martunis lalu mengangkatnya selaku anak. Sampai-sampai, Cristiano Ronaldo memboyong Martunis menuju Portugal untuk melihat secara langsung pertandingan Luis Figo dan rekan-rekan.

Hasil Negative Man United, Buat Mou Merasa Pilu

Bos Setan Merah(MU) yakni Jose Mourinho sempat merasa pilu atas kegagalan teranyar skuatnya ketika bertanding kontra Watford, pada hari Minggu, tanggal 18/9/2016. Walau begitu juru taktik yang berasal dari Portugal ini, menekankan bahwa ia takkan panik.

Kegagalan atas skor 1-3 atas Watford pada pertandingan Premier League yang dilangsungkan di Vicarage Road, adalah kegagalan ke 3 secara beruntun di semua pertandingan. Saat sebelumnya, tim didikan dari Jose Mourinho ini ditundukkan rivalnya Manchester City, serta Feyenoord.

Mou sekarang sudah ditinggal 3 laga bersaing secara berturut-turut pada tahun yang sama untuk kali pertama sedari dirinya menukangi Porto di tahun 2001/2002.

Hasil tersebut dirasanya bakal berimbas pada performanya. Akan tetapi, eks juru taktikThe Blues-julukan Chelsea ini, melaungkan skuatnya supaya berpikiran positif agar dapat secepatnya menrubah kondisi di sekitar.

“Saya pilu – tentu saya merasa pilu,” ucap Mou terhadap salah satu media Televisi. “Aku kerap cemas pada saat kami tak memperoleh hasil yang kita harapkan.

Namun, Mourinho sempat sampaikan bahwa ia telah menyampaikan terhadap para pesepak bolanya bahwa hanyanya cuma 1 cara menyikapi persoalan ini. Para pesepak bola mesti kembali menjalani fase latihan, dan mereka mesti berusaha dengan keras lagi, dan berprilaku tertentu ketika memperoleh hasil yang buruk.

“Saya memberikan mereka selaku contoh sebut saja Ashley Young, yang yang luar biasa dalam berprilaku dan ambisinya,” ucapnya.

“Kita butuh sosok yang baik untuk menghadirkan perasaan yang positif. Selaku manusia biasa[pemain] tentu merasa sulit dengan kegagalan”

Pada factor yang lain Mou merasa Manchester United tak layak untuk gagal pada laga tersebut. Dia malah merasa puas dengan kemampuan skuatnya.

“Kami telah memperlihatkan keserusab, kemampuan serta kemauan. Ada beberapa kesempatan dan nyaris sampai ketujuan (tandukan Zlatan Ibrahimovic),” ucapnya.

CR7 Resmikan Hotel Baru

CR7 sudah berinvestasi sebagian uangnya sebesar 37.000.000 euro yakni dengan membuka bisnis hotel.

Selaku gelandang Los Blancos, Ronaldo secara resmi telah memperkenalakan hotel yang dirinya miliki dengan nama hotel tersebut Pestana CR7 Hotel. Untuk lokansi dari hotel sendiri berada pada tempat dimana Cristiano Ronaldo lahir, yakni Pulau Madeira–Portugal.

Gelandang yang belum lama ini membawa Portugal sebagai pemenang pada kompetisi Piala Eropa 2016 tersebut sudah menyisihkan uangnya dalam berinvestasi sebesar 37.000.000  euro pada bisnis hotelnya tersebut. Saat ini, dengan diperkenalkannya dan dibuka Pestana CR7 Hotel yang berada pada daerah Funchal, yakni Pulau Madeira, Cristiano Ronaldo pelan-pelan dapat merasakan manfaatnya.

Hotel yang dapat dikatakan sebagai hotel elit itu sendiri dengan sengaja dihadirkan yang bertujuan untuk menangkap para wisatawan yang berkunjung. Pestana CR7 Hotel mempunyai 49 ruang/kamar dengan biaya yang paling menengah kebawah senilai 220 euro atau setara dengan Rp 3.200.000 satu malamnya.

Pihak manajemen dari Pestana CR7 Hotel juga menyiapkan fasilitas yang lain yakni seperti TV dengan teknologi Screen Mirroring, adanya jaringan Bluetooth yang berasal dari handphone dari para tamu serta jaringan internet selama 24 jam,  .

Pada hotel tersebut, adanya pembeda 3 jenis ruangan(kamar), yang mana yang memiliki tarif tertinggi dengan nama CR7. Untuk dapat berada pada kamar CR7, Anda mesti bersiapkan dana diperkirakan diatas dari Rp 10.000.000 satu malamnya.

Pada kamar yang diberinama CR7 itu, Anda dapat menyaksikan panorama yang memukau, ditambah dengan adanya swimming pool tersendiri. Disamping itu, tersedianya beberapa perlengkapan seperti helm virtual realita, game Playstation 4, dan berbagai macam alat untuk berolahraga yang berapadidalam kamar tersebut.

Keberhasilan CR7 membawa Portugal memenangi ajang Piala Eropa 2016 menambah lengkap karienya yang begitu bersinar. Pestana Hotel CR7 secara resmi dihadirkan cuma berselang beberapa hari usai pertandingan fase final Piala Eropa 2016 yakni Portugal melawan Prancis.

Catatan Gol Eder Kerap Dijadikan Sebagai Penentu

Portugal memenangi ajang Euro 2016 setelah sukses menundungkan tim tuan rumah yakni Prancis dengan skor akhir 1-0 melalui gol penambahan waktu gelandang pelapis Eder pada fase final. Adanya satu perangkaan yang memukau dari penyerang Portugal yang berasal dari klub Lille eks penggawa dari Swansea City ini.

Itu merupakan gol perdana dan juga yang terakhir bagi Eder pada 3 aksi yang dimainkan pada ajang Euro 2016 (rata-rata selaku gelandang pengganti). Itu merupakan gol yang ke 4 untuk Eder denga total 29 aksi yang dimainkan bagi Portugal pada ajang Internasional.

Yang lebih menariknya lagi, ke 4 gol yang dihasilkan Eder tersebut kelap sebagai gol penentu pada hasil akhir untuk Portugal. Yang lebih luar biasanya lagi, seluruhnya berakhir dengan keunggulan.

Saat sebelum memasukkan 1 gol yang menjadikan Portugal menundukkan Prancis pada babak final Euro 2016, kala itu Eder mencatatkan yakni masing-masing 1 gol pada 3 pertandingan uji coba Portugal. Dengan dubuka dengan 1 buh gol melawan Italia pada bulan Juni tahun 2015 kemarim, Eder meneruskannya dengan menjebol gawang milik Norwegia dan juga Estonia.

Sederet gol yang dilahirkan Eder kerap sebagai penentu untuk hasil akhir atau skor akhir.

Disamping dengan perolehan skor 1-0 kontra Italia dan Prancis, kala itu Eder memasukkan gol dengan merubah skor menjadi 3-0 kontra Norwegia dan skor sekor tersebut berada pada tetap sampai dengan dibunyikannya peluit panjang. Dirinya pun mencatatkan gol dengan merubah skor menjadi 7-0 saat kontra Estonia, ketika itu skor tersebut dapat bertahan sampai dengan dibunyikannya peluit panjang.

Keberuntungan Eder itu pun kembali hadir pada fase final Euro 2016 dan untuk yang sekarang ini Les Bleus yang menjadi korbannya. Alhasil, Portugal berhasil mendapati gelar pertama mereka.

 

 

 

 

Seluruh Gelandang Prancis Berpotensi Bagi Portugal

Selaku pelatih dari timnas Portugal, yakni bernama Fernando Santos merasa bahwa semua gelandang Prancis mempunyai potensi dalam mencelakakan timnya pada pertandingan final nanti. Kala itu Portugal akan bertanding melawan Prancis pada pertandingan Final kompoetisi Piala Eropa 2016, yakni hari Senin tanggal 11 juli 2016 dinihari WIB yang diselenggarakan di Stadion Stade de France.

“Apabila kami mesti mencemaskan satu orang gelandang, tentu kami mesti mencemaskan semuanya. Saya juga mestis mencatatkan seluruh gelandang Prancis,” ucap Santos pada situs resmi.

Portugal untuk yang kedua kalinya masuk menuju fase final pada ajang Piala Eropa. Selecao das Aquinas pertama kali lolos ke final pada Piala Eropa tahun 2004 silam ketika menjadi tuan rumah. Akan tetapi pada fase final, mereka berhasil di taklukan dengan skor tipis yakni 0-1 atas Yunani.

Ketika fase final saat ini, lawan Portugal bukanlah tim kejutan melainkan sebagau tim tuan rumah yakni Prancis. Disamping dijagokan dalam hal tersebut, Prancis pun dijagokan dikarenakan dihuni oleh sederet gelandang berkelas internasional.

Untuk selanjutnya, armada Didier Deschamps juga sanggup bermain dengan cukup baik selama kompetisi Piala Eropa 2016. Kala itu Le Bleu sama sekali tidak mendapati kegagalan pada tahap grup dan selalu sanggup meraih kejuaraan pada waktu normal ketika tahap kualifikasi.

Walau tidak dijagokan, Santos peraya bahwa Portugal dapat mengancam Prancis. Menurutnya, tim Portugal juga tidak kalah mencolok dari tim Prancis.

“Mereka mempunyai sederet gelandang yang hebat yang tampil bermain pada klub raksasa. Sudah pasti, dari masing-masing gelandang dapat menghadirkan perbedaan, namun Portugal pun mempunyai skuat yang hebat dengan sederet gelandang juara di dalamnya,” ucap Santos menyudahi.

Portugal Lolos Semi Final Sebab Faktor Keberuntungan?”

Salah seorang gelandang Muda dari Tim nasional Portugal, yakni Renato Sanches tak terima dengan tudingan yang mengatakan bahwa negaranya telah berhasil masuk menuju babak semi final disebabkan adanya keberuntungan semata. Sanches sempat mengatakan skuatnya sukses berada dalam tahap sekarang  ini sebab dari hasil jerih payah timnya dalam beberapa pekan belakangan.

Portugal pribadi belum lama ini telah dipastikan bahwa selaku skuat 1 yang berhasil masuk menuju fase semi final Euro 2016 usai menundukkan Polandia lewat fase adu penalti. Dari beberapa pihak yang berpendapat atas perolehan Portugal itu terjadi sebab adanya keberuntungan belaka, sebab dari performa anak didik dari Fernando Santos tersebut kurang menjanjikan selama berlangsungnya pergelaran Euro 2016 ini.

Sanches pribadi tak lain pendapat dengan ungkapan tersebut, sebab dirinya merasa skuatnya telah berusaha dengan amat keras takni selama beberapa waktu belakangan. “Sekarang ini keondisi berubah yaitu menjadi amat baik untuk kami. Kami menghadirkan yang tampilan sebaik mungkin ketika berada di lapangan, dan berbagai komentar  yang datang semakin menjadikan kami semakin kokoh” ujar Sanches.

“Tentu melawan Polandia merupakan peristiwa yang baik untuk skuat, dan saya pun merasa gembira dapat memasukkan gol pada pertandingan ini. Kami berusaha dengan amat keras disamping itu kami kerap kali menyajikan penampilan terbaik yang punya. Beberapa orang selalu saja mengomentari kami, akan tetapi kami tak mau memusingkan hal tersebut yakni komentar-komentar yang adasebab kami tampil pada pertandingan semi final”

“Perlu usaha yang maksimal dan amat besar agar dapat ‘peroleh keberuntungan’ ini. Kemungkin kami berusaha dengan begitu keras menjadikan keberuntungan tersebut hadir dan mendatangi kami” ungkap pemain belia Bayern Munchen ini.

Ukir Prestasi Di Ajang Piala Eropa, Ini Ucap CR7..

Portugal berhasil masuk menuju fase 16 besar pada ajang Piala Eropa 2016 usai tampil dengan perolehan skor imbang yakni 3-3 kontra Hungaria, yang dilangsungkan dinihari tadi. Tim asuhan dari Fernando Santos tersebut berhasil masuk selaku posisi ke 3 terbaik.

Yakni sebanyak 3 kali berada diposisi bawah atas Hungaria, kala itu Portugal sukses dalam menyeimbangi skor atas gol yang dihasilkan oleh Luis Nani serta selama gol yang dihasilkan CR7. Memasukkan 2 gol, CR7 mendapat predikat yakni man of the match.

Hasil dari laga Hungaria melawan Portugal menjadi pertandingan partai yang sangat sengit pada kompetisi diajang Piala Eropa 2016. Selama ini, belum terciptanya skor mana yang lebih tinggi atas laga tersebut.

“Laga tersebut merupakan laga yang sedikit gila. Hungaria dapat memasukkan gol, pada akhirnya kami melakukan aksi balasan. Laga ini merupakan laga yang begitu seru dan sengit,” ucap Cristiano Ronaldo.

“Kerap menjadi sebuah hal yang khusus jika ditunjuk dengan predikat man of the match. Namun hal utama bagi kami ialah menjuarai laga. Akan tetapi kami tak berhasil menjalankannya,” katanya.

Disamping predikatnya sebagai  man of the match,salah satu bintang Los Blanco situ pun memasukkan prestasi baru pada ajang Piala Eropa 2016. Dirinya sebagai gelandang  pertama yang kerap kali memasukkan gol pada 4 laga Piala Eropa, yaitu pada tahun 2004, 2008, 2012, dan juga tahun 2016.

“Itu merupakan prestai yang berbeda. Sudah pasti saya gembira sebab ini adalah pencapaian yang baik. Saya sering kali berucap apabila prestasi tersebut hadir secara alamiah,” ujarnya.

Pada fase 16 besar kopetisi Piala Eropa 2016, Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan akan bertanding melawan juara dari Grup B,yakni  Kroasia yang dihelat di Lens, tanggal 25/6/2016 mendatang.

Portugal Tidak Mau Mengandalkan Sosok CR7

Pelatih dari Timnas Portugal, yakni Fernando Santos, berpendapat bahwa Cristiano Ronaldo selaku sosok  yang utama untuk Piala Eropa 2016. Akan tetapi, dirinya ketergantungan terhadap sosok sang kapten.

Oleh sebab itu, dirinya berkeinginan menghadirkan sang bintang ketika Portugal kontra Inggris untuk partai uji coba yang dilaksanakan di Stadion Wembley, pada hari Kamis, tanggal 2 juni 2016.

Kesehatan pada fisik Cristiano Ronaldo pun sebagai salah satu hal yang dipertibangkan. Dirinya dirasa memerlukan fakum usai membela Los Blancos –yakni julukkan untuk Real Madrid, dalam final Liga Champions yang diselenggarakan di Stadion Giuseppe Meazza, pada hari Sabtu, tanggal 28 mei 2016.

“Cristiano Ronaldo telah bermain lebih dari empat ribu menit di tahun ini. Ketika laga ini ingin diadakan, kami tak mengetahui bahwasannya dirinya akan bermain pada babak final,” ucap Santos.

“Disamping itu, Portugal bukan sebagai tim yang suka bersender terhadapsatu orang. Saya mau menjajal dari semua anggota skuad,” kata sang pelatih.

Walau begitu, Santos tak menyangkal atas kemampuan yang dimiliki Cristiano Ronaldo, yang sebagai perai skor terbanyak yakni top scorer Liga Champions dengan raihan sebanyak 16 gol.

Sang pelatih mempunyai keinginan, Cristiano Ronaldo tak mendapat cedera selama turnamen berlangsung.

“Semoga, dirinya dapat mengikuti 7 laga yang diadakan di Perancis. Akan tetapi, kami tetap memerlukan dalam mengetahui metode bermain tak dengan dirinya,” ucap Santos.

Performa yang gagah dari gelandang yang kini berusia 31 tahun tersebut terlihat dari Player Barometer versi UEFA. Dari otoritas sepak bola Eropa tersebut menghitung penampilan gelandang yang akan tampil pada turnamen dimulai dri tanggal 1/1/2016.

Pada daftar itu, Cristiano Ronaldo berada pada posisi tertinggi  atau berada pada posisi unggul dari Zlatan Ibrahimovic dan juga Antoine Griezmann.