Legenda Juventus Ungkap Alasan Merosotnya Performa Dybala Musim Ini

paulo dybala juventus 2019

Berbeda dengan musim sebelumnya, Paulo Dybala tidak terlalu garang bersama Juventus saat ini. Dalam pandangan legenda klub, Alessandro Del Piero, ada satu hal yang membuat performa pemain asal Argentina tersebut menurun.

Musim kemarin bisa dibilang yang terbaik untuk seorang Paulo Dybala. Oleh sang pelatih, Massimiliano Allegri, Dybala dipercaya untuk tampil dalam 46 pertandingan di semua kompetisi. Dybala membayar kepercayaan sang pelatih dengan catatan 26 gol serta tujuh assist.

Bahkan dalam beberapa kesempatan saat dirinya absen, Juventus kerap kesulitan untuk membongkar pertahanan tim lawan. Tapi hal tersebut sudah tak terlihat lagi pada musim ini, di mana Dybala lebih sering dimainkan di bangku cadangan dan Juventus baik-baik saja.


Untuk musim ini, pemain berusia 25 tahun tersebut sudah bermain sebanyak 38 kali di seluruh ajang kompetitif. 10 di antaranya tampil sebagai pengganti di babak kedua. Namun ia hanya mampu membukukan 10 gol dan empat assist saja.

Menurunnya performa Dybala tentu membuat klub sedikit was-was, apalagi publik sangat mengharapkan duet antara dirinya dengan Cristiano Ronaldo. Dalam pandangan Del Piero, ada satu hal yang membuat penampilan pengguna nomor punggung 10 itu menurun.

“Paulo Dybala adalah pemain yang mampu menyambung lini serang dengan gelandang. Namun, Juventus yang sekarang bermain dengan tiga pemain menyerang” ungkap Alessandro Del Piero kepada Sky Sports.

Terlalu Sering Dirotasi
Rotasi juga, menurut Del Piero, juga menjadi salah satu alasan menurunnya performa Dybala. Salah satu contoh yang diberikan oleh mantan winger andalan La Vecchia Signora itu adalah saat bertemu Atletico Madrid di Liga Champions.

“Paulo Dybala bagus dalam memberikan operan, tapi musim ini dia tidak tampil pada pertandingan-pertandingan penting. Menurut saya, dia tidak bermain buruk di Madrid. Dia dilanggar berkali-kali tapi hasilnya tidak bagus,” demikian tutup Del Piero.

Pelatih AC Milan Bangga Memiliki Salah Satu Bek Terbaik Di Dunia Dari Juventus

Leonardo Bonucci Juventus to AC Mlan, Leonardo Bonucci Juventus, to AC Mlan, Leonardo Bonucci, Juventus to AC Mlan, Leonardo Bonucci to AC Mlan, Juventus, Liga Italia, Serie A

Leonardo Bonucci Juventus to AC Mlan, Leonardo Bonucci Juventus, to AC Mlan, Leonardo Bonucci, Juventus to AC Mlan, Leonardo Bonucci to AC Mlan, Juventus, Liga Italia, Serie A
Leonardo Bonucci AC Mlan

Vincenzo Montella belum lama ini telah menyebut Leonardo Bonucci sebagai salah satu bek terbaik di dunia bersama dengan Sergio Ramos daru Real Madrid. Tentu saja pelatih AC Milan itu merasa bangga bisa melatih bek internasional Italia tersebut yang telah mendarat di kubunya belum lama ini.

Milan berhasil memboyong Bonucci dari Juventus pada bursa transfer musim panas ini. Diketahui mereka harus merogoh kantong cukup dalam, dan mengeluarkan dana sebesar 42 juta euro. Bek berusia 30 tahun itu akan menjalin kerjasama dengan Rossoneri hingga lima tahun mendatang.

Bonucci merupakan pemain yang sudah melanglang buana Liga Italia. Ia direkrut dari klub akademi Viterbese dan direkrut untuk tim senior pada musim panas 2005 namun langsung dipinjamkan oleh Inter Milan. Selaama semusim Ia pun langsung dipermanenkan oleh klub tersebut namun sayangnya Ia tak sempat unjuk gigi di klub tersebut.

Ia pun dilepas Inter menuju Treviso dan sempat menyumbangkan angka untuk timnya namun Ia hanya bermain 13 kali dimusim tersebut dan dipinjamkan menuju AC Pisa 1909. Di musim panas 2009 Ia sempat menuju Bari namun karena sesuatu hal tak sampai sebulan kemudian Ia pindah menuju Genoa. Disanalah Ia mulai berkembang.

Hal tersebut akhirnya membuat Juventus tertarik untuk memilikinya dan pada tanggal 1 Juli 2010, Ia dipermanenkan oleh klub asal Turin dengan biaya sebesar 15,5 juta Euro untuk masa bakti empat tahun. Ia pun menghimpun kekuatan bersama Juventus dan mampu solid di lini belakang raksasa Italia hingga saat ini.

Pada tanggal 14 Juli 2017 lalu, Bonucci resmi menjadi pemain Milan dan merupakan salah satu dari 10 pemain yang didatangkan klub tersebut selama bursa transfer musim panas ini. Diperkirakan Milan masih akan membuaru pemain baru lagi yang kali ini untuk sektor penyerangan mereka dan Andrea Belotti dari Torino menjadi target selanjutnya.

Kehadiran Bonucci sendiri di Milan tentu mendapat sambutan hangat dari para pendukung Milan. Ia akan membela Milan bersama Andrea Conti, Mate Musacchio dan Ricardo Rodriguez yang merupakan pemain baru Milan dan akan menumpu mereka dari lini belakang.

Degnan performa Bonucci, Ia dipercaya akan memberikan banyak kontribusi untuk Milan dalam usahanya meraih gelar juara di musim depan. Sebelumnya Bonucci mampu memegang piala Serie A enam kali secara berturut-turut bersama Juventus.

Montella pun menungkapkan pendapatnya tentang sang pemain, “Dia merupakan pemain yang memiliki pengalaman internasional. Saya rasa ia dan Sergio Ramos adalah bek tengah terkuat di dunia. Melatihnya adalah mimpi yang menjadi kenyataan,”.

Kini harus dilihat lagi apakah Milan akan mampu mewujudkan impiannya dengan semua pemain barunya yang telah mereka borong pada musim panas ini dan menjadi pesaing sejati untuk Juventus.

Harapan Barcelona Untuk Memboyong Bonucci Berakhir Sudah

Leonardo Bonucci juventus to Barcelona, Leonardo Bonucci juventus, to Barcelona, Leonardo Bonucci, juventus to Barcelona, Leonardo Bonucci to Barcelona, juventus, Serie A, Liga Italia, La Liga, Liga Spanyol

Leonardo Bonucci juventus to Barcelona, Leonardo Bonucci juventus, to Barcelona, Leonardo Bonucci, juventus to Barcelona, Leonardo Bonucci to Barcelona, juventus, Serie A, Liga Italia, La Liga, Liga Spanyol
Leonardo Bonucci Juventus

Barcelona dikabarkan telah mendapatkan hambatan dalam pengejaran mereka untuk Leonardo Bonucci, pasalnya bek Juventus tersebut telah menolak penawaran kontrak mereka. Hal ini diungkapkan oleh TransferMarketWeb dimana Barcelona telah kembali lagi mengalami pukulan besar dalam usaha mereka mendaratkan pemain baru di bursa transfer musim panas ini. Kali ini pemain yang diincarnya lebih tertarik untuk bertahan dengan klubnya di musim panas ini.

Bonucci telah menjadi salah satu pilar kesuksesan dari The Old Lady dalam beberapa musim terakhir, dan membantu raksasa Serie A tersebut merebut gelar liga enam kali kampanye secara beruntun. Bahkan dengan bek yang semakin kuat untuk Bianconeri, pemain tersebut telah menjadi tokoh penting bagi mereka.

Bonucci, yang bekerja sama dengan Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli dilini belakang Juventus, telah ditempa menjadi salah satu unit pertahanan sentral yang paling solid di dunia yang membawa Juventus dan Italia meraih kesuksesan. Namun, sebuah pertengkaran dengan Massimiliano Allegri telah mengancam masa depannya di Juventus dalam bahaya.

Insiden tersebut membuat Bonucci sangat terkait dengan perpindahannya dari Turin, dengan beberapa klub yang paling menonjol mendaftarkan minat mereka untuk mengontraknya, dan salah satu peminat jasanya adalah klub kelas berat La Liga, Barcelona.

Klub Catalan mengalami musim 2016/17 yang cukup mengecewakan dimana mereka melepaskan gelar La Liga mereka ke saingan beratnya, Real Madrid. Bahkan mereka juga melihat sang rival mempertahankan gelar Liga Champions UEFA mereka, dimana mereka sendiri melangkah keluar dari kompetisi di perempatfinal.

Pertahanan adalah salah satu area bermasalah bagi Blaugrana selama kampanye tersebut. Hal ini dikarenakan Javier Mascherano terganggu oleh serentetan cedera sementara Jeremy Mathieu telah membuktikan kehadirannya tidak dapat diandalkan di belakang. Bek tengah asal Prancis saat ini dikabarkan akan meninggalkan Barcelona pada musim panas ini.

Sementara itu, Gerard Pique juga tidak konsisten dalam kampanye tersebut, sehingga mendorong manajer Barcelona yang baru diangkat yaitu Ernesto Valverde untuk mengalihkan perhatiannya kepada Bonucci. Pemain tersebut berpotensi bermain mulus dengan gaya bermain Barcelona dengan kemampuannya mengolah bola.

Kehadirannya cukup mengancam dalam situasi tertentu, apalagi terbutki Ia mampu mencetak 5 gol di musim yang baru saja berakhir. Bagaimanapun juga sang pemain sepertinya telah membalikkan penawarannya di Juventus dan sekarang ingin tinggal di Stadion Allianz yang baru saja diresmikan, sehingga menolak tawaran Barcelona untuk menandatanganinya musim panas ini.

Oleh karena itu, Blaugrana sekarang harus mengarahkan perhatian mereka ke pemain lain untuk mengejar penguatan sektor pertahanan, seperti pelamar lainnya yang sedang mengejar pemain tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Chelsea Coba Bajak Dani Alves Dari Manchester City

dani alves juventus to chelsea, dani alves juventus, to chelsea, dani alves, juventus to chelsea,, dani alves to chelsea, Juventus, Dani Alves Juventus to Manchester City, Serie A, Liga Italia, Premier League, Liga Inggris

dani alves juventus to chelsea, dani alves juventus, to chelsea, dani alves, juventus to chelsea,, dani alves to chelsea, Juventus, Dani Alves Juventus to Manchester City, Serie A, Liga Italia, Premier League, Liga Inggris
Dani Alves Juventus to Chelsea

Menurut sebuah kabar dari The Guardian, Chelsea telah merencanakan pertemuan dengan perwakilan Dani Alves dalam upaya untuk mendatangkan bek Juventus tersebut sebelum Manchester City mendapatkannya pada bursa transfer musim panas ini.

Alves menikmati delapan tahunnya menajdi  bintang bersama Barcelona, ​​di mana ia meletakkan tangannya di setiap trofi yang ada untuk merayakan kemenangannya di tingkat klub. Namun hal itu terjadu  sebelum pindah ke Juventus dengan status bebas pada musim panas lalu. Keberadaannya di Turin mulai terlihat gagap, karena patah kaki yang membatasi pengaruhnya pada paruh pertama musim 2016/17.

Namun, Alves mampu mengubah kampanye dengan sangat hebat saat ia membuktikan dirinya sebagai pemain andalan di belakang bersama Bianconeri di paruh kedua musim ini. Ia membawa dampak pada kedua ujung lapangan. Secara keseluruhan, pemain internasional Brasil tersebut mampu membuat 33 penampilan di semua kompetisi menebusnya dengan6 gol dan 7 assist.

Namun Alves sepertinya akan mengakhiri masa baktinya dengan Juventus padahal hanya satu musim. Dikabarkan sang pemain siap untuk mencicipi sepak bola Premier League dalam kampanye 2017/18. Dan hanya dalam hitungan waktu, di Inggris, pemain berusia 34 tahun itu sudah membuat Manchester City dan Chelsea ingin segera menampung keahliannya serta pengalamannya.

Di Etihad, Pep Guardiola sangat antusias dalam sebuah reuni dengan pemain yang sempat ia rancang dengan sukses di Camp Nou saat Ia mengasuh Barcelona. Namun saat Ia memimpin untuk musim perdananya di Manchester City, hasilnya kurang memuaskan dimana sisi pertahanan menghadirkan beberapa masalah pada pelatih asal Spanyol tersebut, dan akhirnya Ia bersiap untuk memperkuat lini belakangnya pada musim panas ini.

Sisi kanan pertahanan merupakan prioritas besar setelah City berpisah dengan Pablo Zabaleta dan Bacary Sagna pada akhir musim yang baru saja ditutup. Dengan demikian Guardiola ingin merekrut dua bek kanan berkualitas di musim panas dan mengarahkan pandangannya pada Kyle Walker dan Alves untuk mengisi dua posisi tersebut.

Namun, Chelsea telah memantapkan diri untuk menantang mereka atas jasa Alves dengan perwakilan dari sang pemain yang akan terlibat dalam diskusi dengan juara Liga Primer tersebut. Hal ini dikarenakan Antonio Conte saat ini hanya memiliki Victor Moses sebagai satu-satunya pilihan yang diakui untuk slot sayap belakang kanan, dengan Cesar Azpilicueta lebih pas di lini belakang.

Pemain asal Nigeria mampu tampil sebagai tokoh kunci dalam starting tim namun dengan Chelsea bersiap untuk bersaing di empat kompetisi musim depan, maka sangat penting bagi Conte untuk memiliki dua pilihan kualitas yang dia miliki.

Alves tentu memiliki pengalaman di level tinggi dan merupakan pemimpin lapangan sehatu, dua kualitas yang berpotensi menjadikannya aset di klub manapun, terutama saat mereka bermain di Liga Champions.

Karena Alves tampaknya tertarik untuk bekerja di bawah Guardiola lagi, maka Chelsea memiliki tugas berat di tangan mereka untuk menggoda Alves untuk beralih ke Stamford Bridge. Sementara itu, nilai tebusan 5 juta poundsteling cukup bagi klub manapun untuk mendapatkan jasanya, dan tentu saja harus dilihat klub mana yang akan dipilihnya untuk bermaindi musim panas ini. Cek terus website kita untuk mendapatkan aneka berita dan taruhan bola jitu terpercaya.

Arsenal Akan Tambah Pemain Gelandangnya Lagi?

Mario Lemina Juventus to Arsenal, Mario Lemina Juventus, to Arsenal, Mario Lemina, Juventus to Arsenal, Mario Lemina to Arsenal, Juventus, Premier league, Serie A, Liga Italia, Liga inggris

Mario Lemina Juventus to Arsenal, Mario Lemina Juventus, to Arsenal, Mario Lemina, Juventus to Arsenal, Mario Lemina to Arsenal, Juventus, Premier league, Serie A, Liga Italia, Liga inggris
Mario Lemina Juventus

Menurut sebuah kabar dari Tuttosport, Juventus akan melepaskan gelandang mereka yaitu Mario Lemina seharga 20 juta poundsterling pada musim panas ini dan Arsenal diyakini sedang melakukan pengejaran pemain berusia 23 tahun tersebut.

Arsene Wenger memang diketahui telah bertekad untuk menandatangani beberapa pemain berkualitas saat ini setelah mendapatkan perpanjangan dua tahun atas kontrak barunya sebagai manajer Arsenal. Pada musim yang baru saja ditutup, mereka tertatih-tatih untuk berada di tempat kelima Liga Primer dan mengakibatkan mereka gagal mendapatkan tiket menuju kompetisi Liga Champions musim depan. Tapi, pelatih asal Prancis itu akan siap mengatasinya.

Lemina sendiri telah menjadi pemain dalam tim racikan Massimiliano Allegri dan juga tampil bermain di final Liga Champions. Namun, gelandang tersebut sekarang mencari peran lebih besar, dan Arsenal siap menawarinya dengan tepat mengingat Wenger bersiap untuk menghabiskan waktu untuk merebut gelar juara disemua kompetisi yang diikutinya dan kembali menuju Liga Champions.

Pemain internasional Gabon telah ikut adndi dalam 29 petandingan di semua kompetisi musim lalu, dan jika kesepakatan berhasil lolos, maka Arsenal alam dapat memanfaatkan pemain tersebut sebagai pengganti Francis Coquelin karena dia dikabarkan akan pindah dari stadion Emirates musim ini.

Lemina cukup cepat dan kakinya sangat ringan, yang memungkinkan transisi mulus dari bermain sepakbola defensif menjadi sebuah counter attact. Cara dia maju dan mudur di lapangan menunjukkan bahwa dia memiliki banyak stamina dan cukup atletis bertahan dalam jangka panjang tanpa melelahkan.

Namun, kedatangan gelandang tengah ini akan membuat keberadaan yang sulit bagi Jack Wilshere dan Santi Cazorla. Wilshere terkait dengan sebuah langkah di luar The Gunners karena ia menyadari bahwa peluang tim pertama di Emirates akan terbatas. Selain itu, kontraknya juga akan berakhir setelah musim depan.

Di sisi lain Cazorla, tidak dapat tetap fit selama beberapa musim terakhir. Tidak yakin bagaimana dia akan melanjutkan dari titik ini karena dia adalah pemain berkualitas namun daftar cedera yang berkelanjutan menjadi perhatian.

Meski Alexis Sanchez dan Mesut Ozil dikabarkan akan keluar dari Arsenal musim ini, rasanya agak aneh kalau mereka terus fokus membangun area lini tengah saat mereka benar-benar membutuhkan striker kuat dan bek kana..

Sementara The Gunners telah memiliki banyak pilihan lini tengah seperti Jack Wilshere, Santi Cazorla, Granit Xhaka, Aaron Ramsey, Alex Oxlade-Chamberlain, Francis Coquelin, Mohamed Elneny, Calum Chambers dan Krystian Bielik, dan membawa pemain lain di Daerah itu mungkin bukan sepertinya langkah terbaik.

Soal Pengedaran Tiket, Juve Tersangkut Kasus Kejahatan

I Bianconeri- julukan Juventus kembali tersangkut dalam kasus. Telah mencatatkan title liga paling banyak ini dituding memberi fasilitas pada tindak kejahatan atas pengedaran tiket laga yang diangsungkan di markasnya sendiri.

Andrea Agnelli yang merupakan selaku Presiden pada klub Juventus langsung menyangkal atas tuduhan tersebut. “Dengan memberi rasa hormat terhadap para pemeriksa, saya tekankan semua itu tak benar,” sebut Agnelli yang ditulisnya lewat media sosial miliknya.

Giuseppe Pecoraro selaku FIGC (Penyidik Asosiasi Sepak Bola Italia) mengatakan Juve pada saat memberikan keterangan pada komite Anti-Kejahatan(mafia) Parlemen Italia. Dirinya mengatakan skandal ini diproses mengingat temuan penyidik umum yang ada di Turin. Pecoraro pun menyampaikan proses penyidikan telah dimulai sedari bulan Agustus pada tahun lalu.

Diketahui, pihak berwenang mempunyai bukti atas ditemukannya Agnelli dan 3 atasan Juve dengan orang yang mempunyai jaringan aksi kejahatan. Ke-2 belah pihak diketahui telah menemui kesepakatan soal pengedaran tiket masuk Juventus Stadium. Supaya keinginannya tereaisasi, teroris membuat ancaman bakal melakukan aksi yang kejam di dalam stadion.

Keomite Anti-teroris dikabarkan bakal meminta informasi dari ofisial Juventus.

Kasus Sebelumnya

Ini bukanlah kasus yang kali pertama Juve tersangkut dalam tindangan penggelapan uang. La Vecchia Signora adalah alang utama dalam skandal Calciopoli ditahun 2006 silam.

Telah ada bukti bahwa sudah berpengaruh pada hasil laga,  2 title liga milik Juve diambil. Mereka pun dipindahkan menuju Serie B.

Beber Alvaro Morata Terkait Juve

Alvaro Morata angkat bicara terkait masa depannya di El Real(julukan Real Madrid) dan jalinannya dengan Juve. Morata sempat akui, dia sebenarnya mau terus menetap di Juventus.

“Saya bukanlah yang berasal dari Italia, namun saya mencurahkan semuanya bagi I Bianconeri(sebutan Juventus) dan mau untuk terus berada di sana dalam jangka waktu yang panjang,” ucap Morata seperti disampaikan lewat salah satu media.

Morata dijual oleh El Real menuju Juventus ditahun 2013-2014. Kala itu Morata dilego dikarenakan selalu dijadikan pemain pelapis Karim Benzema pada baris depan E Real.

Tak dibayangkan sebelumnya, Morata malah bermain bagus bersama dengan Juventus. Kala itu Morata tampil sebanyak 63 kali dan mencatatkan lima belas gol.

Pesepak bola yang berusia 24 tahun tersebut pun mempunyai andil membawa menuju fase final Liga Champions tahun 2014-2015. ironis, pada fase final, Juve gagal atas skor 1-3 kontra Barca.

Performa yang memukau tersebutlah yang menjadikan Real Madrid yang pada akhirnya mengembalikan Morata. Real Madrid menghadirkan Morata dengan biaya senilai 30.000.000 euro.

Namun disayangkan, Morata nyatanya kembali dirinya tak sering diturunkan El Real. Dia tetap sebagai opsi ke-2 di bawah Karim Benzema.

“Juve sadar itu (harapan ingin bertahan lebih lama). Yang menjadi persoalan, Real Madrid sudah menjadi angan saya sedari saya masih kanak-kanak. Tak adanya pilihan pengrekrutan kembali, Anda mesti bekerja dengan keras demi melepaskan saya dari Turin,” ucap Morata.

Rindu Kamar Ganti

Morata akui, hal yang menjadi keriannya dari Juve ialah keadaan di kamar ganti. Ia berpendapat, para pesepak bola Juve sudah menyokongnya menyusaikan diri dengan sangat cepat di Italia.

“Saya rindu dengan pemain-pemain Italia. Barzagli, Bonucci, Marchisio, Buffon, Chiellini. Mereka merupakan sumber penyesuaian diri saya di Juve dan Turin,” ucap Morata.

“Bila keadaan kamar ganti, kurang bagus di Juve, saya tidak bakal bermain apik,” ucap Morata menambahkan.

Peluang Baik, Juve Memulai Tahun Dengan Baik Pula

Dengan perasaan kecewa yang dirasakan Juventus dalam mengakhiri tahun 2016 atas tidak berhasilannya mendapatkan trofi Piala Super Italia. Juve paling tidak memiliki peluang yang baik mengawali tahun 2017 dengan baik.

Bianconeri mengakhiri 2016 dengan kegagalan atas AC Milan pada ajang Piala Super Italia, melalui fase adu penalti. Peluang dalam mendapatkan gelar perdana di tahun ini juga terlepas.

Dalam usahanya untuk membuka yang lembaran baru dan menyisahkan kekecewaan itu, Juventus melewati pertandingan yang di atas kertas ringan di pertandingan ke satu 2017 ini. Tim arahan Massimiliano Allegri bakal bertanding kontra skuat tamu yang menduduki posisi 15–Bologna, yang dilangsungkan di Juventus Stadium, hari Senin, tanggal 9 Januari 2017 dinihari WIB.

Juventus tidak pernah kalah dalam 9 laga pertemuan terakhir. Akan tetapi tetap perlu waspada menyusul pada partai terbaru yaitu pada tahun lalu, Bologna dapat tahan imbang tak adanya gol.

3 angka bakal penting untuk menyurutkan tekanan pada atas klasemen. Skuat yang berjulukan La Vecchia Signora sekarang ini berada unggul dengan raihan 42 gol dalam 17 minggu, 4 poin  di atas AS Roma yang menduduki peringkat 2 yang telah tampil delapan belas kali.

AS Roma pada minggu yang sama ini bakal berkunjung menuju Genoa, hari Minggu, tanggal 8 Januari 2016 malam WIB. AS Roma harus mendapatkan 3 angka agar dapat terus menyusul Juventus. Peluangnya cukup baik sebab Genoa tengah dalam masa yang kurang baik, hanya unggul satu kali pada 5 pertandingan terakhir dan gagal di 2 yang terbaru.

Skuat urutan 3 Napoli pun menghadapi pertandingan yang cendurung mudah, yakni bertanding kontra Sampdoria(selaku skuat tamu). Napoli sebagai skuat yang tidak pernah kalah tak dalam 7 laga terakhir liga dan takkan ingin kehilangan peluangnya di awal tahun ini.

Zidane Sanjung Putranya dan Para Gelandang Muda Madrid

Selaku manager pada skuad Real Madrid, yakni Zinedine Zidane, memberikan sanjungan kepada timnya usai mengalahkan Cultural Leonesa dalam fase 32 besar -Copa del Rey. El Real berhasil masuk menuju fase16 besar usai unggul agregat(13-2) dari klub gurem tersebut.

Laga yang dilangsungkan di Stadion Santiago Bernabeu, pada hari Rabu, tanggal 30 November 2016, ketika babak ke 2 El Real unggul atas skor 6-1, agar sebagai pelengkap seunggulan 7-1 yang mereka raih pada babak ke 1 bulan lalu. Dalam dalam pertandingan ini, Zidane memainkan sebagian besar pesepak bola muda, salah satu diantaranya ialah putra pertamanya, bernama Enzo Zidane.

“Kami menunjukkan penampilan yang disiplin, dengan begitu mereka teraniaya. Kami menperoleh hasil yang amat penting dan memperoleh kesuksesan dalam performa yang baik,” ucap Zidane usai laga.

Eks playmaker Juventus itu juga memuju para pesepak bola muda, termasuk pula anaknya sendiri Enzo. Dirinya mengatakan anaknya tersebut tampil dengan sangat baik, ditambah lagi dirinya sukses dalam memasukkan gol pada karier pertamanya bersama skuad utama.

“Saya cukup bangga sebab Enzo berhasil memasukkan gol dan terhadap performanya, baik selaku orang tuanya(ayah) maupun sebagai arsitek. Saya juga merasa gembira atas performa yang ditampilakan semua pesepak bola, dengan karier pertama Alvaro Tejero dan Odegaard,” beber Zidane.

“Ini adalah hari yang istimewah untuk mereka, sebab tak setiap saat anda menjalani karier pertama di Bernabeu. Saya pun merasa bangga dengan Yanez sebab dirinya suda bekerja amat keras setiap hari dan memperoleh peluangnya.”

Allegri; Tak Penting Menjadi Pemenang Grup

Juventus berkonsentrasi untuk masuk menuju babak knockout ketika lawatan ke Sevilla nanti malam tanggal 22 November 2016 Massimiliano Allegri mempercayai keluar sebagai pemenang grup tidaklah penting.

Sekarang ini Bianconeri berada pada peringkat ke-2 Grup H dengan mengumpulkan delapan angka, ketinggalan 2 angka dari Sevilla dan menang 4 poin dari Olympique Lyon di bawahnya. Dengan 1 keunggulan yang dilangsungkan di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, tentu Juve diyakini melenggang menuju tahap knockout.

Akan tetapi, jika imbang semntara Lyon menundukkan Zagreb, tentu Sevilla bakal masuk dan La Vecchia Signora harus mesti menjalani pertandingan pamungkas pada hari pertandingan terakhir.

Dismping itu, seperti yang kebanyakan sejumlah tim keluar selaku pemenang grup akan sanhat diuntungkan dengan pandangan mereka bakal memperoleh posisi ke 2 grup lain yang tidak begitu sulit. Namun, nyatanya tanpa menjadi pemenang grup pun Juventus pernah sukses melangkah menuju final pada tahun 2014/2015.

“Bila Anda keluar pertama selanjutnya memperoleh undian kontra skuad peringkat yang lebih mudah tentu Anda berhasil untuk keluar pertama. Bila Anda meraih kemenangan grup yang lebih ringan tentu Anda beruntung keluar yang ke 2,” ucap arsitek Juventus tersebut pada media Italia.

“Kami butuh tampul agar menang sebab hhal tersebut merupakan tujuan utama untuk keluar dari penyisihan tanpa mesti melewati hingga laga terakhir. Usai itu undian yang bakal menentukan,” ucap Allegri.

“Ketika kami melangkah menuju final (ditahun 2015 lalu), kami keluar selaku peringkat 2 grup dan kami sukses selaku finalis. Menyaksikan grup yang ada, kondisinya fifty-fifty maka kini keluar pertama atau ke 2 tak berarti apa-apa.”

“Tujuannya ialah masuk menuju fase selanjutnya, itu yang kami faham betul. Itu merupakan tujuan utama ditahun ini dari sekarang hingga 23/12/12,” tambahnya.