Wenger Akui Servis Walcott Masih Dibutuhkan Arsenal

Arsene Wenger masih belum bisa menghilangkan nama Theo Walcott dalam skuat utama Arsenal dimusim ini. Dengan kata lain, pelatih berdarah Prancis tersebut masih mengharapkan servis sang pemain diberbagai pertandingan penting baik dipentas domestik maupun Eropa.

Ungkapan Wenger tak lepas dari isu yang mengklaim musim ini adalah musim yang tepat bagi Walcott meninggalkan London. Pembenaran dan masukan ini juga disampaikan oleh legenda The Gunners, Ian Wright yang melihat kontribusi Walcott sudah tak ada di Arsenal.

Meski Walcott menetapkan keyakinan dengan bertahan di Arsenal dan hanya mendapat jatah bermain sedikit, namun banyak pihak yang menilai bahwa dengan kepergiannya dari Emirates Stadium, maka waktu bermain Walcott akan bertambah.

Walcott, 28 tahun sebenarnya tidak sepi peminat. Ada beberapa klub Premier League dan Serie A Italia yang siap menampungnya andai sudah tidak nyaman di Arsenal. Dengan kata lain semua keputusan ada ditangan Walcott, namun kendala jelas ada sebagaimana Wenger menekankan kepada semua pihak bahwa masih membutuhkan jasa pemain Inggris tersebut.

“Saya membutuhkan Walcott, ini tidak bisa terjadi karena Anda melihat pemain ini sudah mendapatkan jatah bermain banyak. Kesempatan baginya di Premier League akan tiba. Saya melakukan rotasi karena kami bermain lebih sering Kamis, Minggu jadi untuk saat ini dia masih kurang mendapat kesempatan di Premier League dibanding kompetisi luar.” demikian penegasan Wenger.

Sangat ditunggu janji manis Wenger diakhir pekan ini, dimana Arsenal akan siap menantang Swansea City dalam lanjutan Premier League Inggris. Satu yang nampak nyata bahwa ada kesempatan bagi Walcott bermain sejak menit awal jika melihat lawan yang akan mereka hadapi.

Kekalahan Inggris Membuat Pemain Ini Kesal

Inggris tak berhasil juara kontra Spanyol setelah kecolongan 2 gol pada saat memasukki menit akhir laga. Hasil imbang itu menjadikan Jordan Henderson merasa sangat kesal.

Bertanding kontra Spanyol yang dihelat di Stadion Wembley, hari Rabu, tanggal 15 November 2016 dinihari WIB, Inggris menang atas skor 2-0 lewat lesakan gol Jamie Vardy dan Adam Lallana. Skor tersebut tetap bertahan sampai dengan menit-menit akhir pertandingan.

Namun kejuaraan Inggris yang tinggal selangkah lagi pun lenyap menjelang laga selesai. Iago Aspas memasukkan gol pada menit ke 89 dan Isco menjebol jaring mili  Inggris pada menit ke 96 demi mengimbangi pada skor akhir 2-2.

Henderson merasa Inggris bermain sangat baik. Namun keunggulan yang tak jadi diperoleh menjadikannya kesal.

“Kami amat kesal sebab kami telah berusaha sangat keras untuk ini. Kecolongan 2 gol pada menit-menit akhir semacam itu amat mengecewakan. Tak mudah untuk meratapinya sebab ini amat mengecewakan,” ucap Henderson terhadap salah satu media televisi seperti dikabarkan dari salah satu sumber.

“Saya pikir kami mengimbangi mereka dalam hal usaha dan tingkat kerja. Ada banyak hal bagus yang bisa diambil dari sini namun secara menyeluruh kami merasa kesal sebab kami semestinya dapat menang.”

“Pada 1/3 waktu akhir saya rasa kami menghasilkan beberapa kesempatan baik dan nampak berbahaya pada serangan balik dan pada sebagian besar laga kami dapat bertahan dengan bagus,” tambahnya.

The Reds Melego Pemain Belianya Menuju Bournemouth

The Reds telah mengesahkan mengenai pelepasan Jordon Ibe. Pesepakbola yang kini telah menginjak usia 20 tahun tersebut telah dikeluarkan dengan cara permanen menuju klub yang ada pada posisi bawah Premier League tahun 2015/16, yakni AFC Bournemouth.

Ibe pindah menuju Bournemouth yakni dengan nilai biaya Transfer sebesar 15.000.000 poundsterling atau senilai dengan Rp 262 milyar pada hari Kamis,tanggal 14 juli 2016.

Total tersebut telah membuat Ibe selaku rekrutan yang paling mahal selama sejarah Bournemouth, yang keluar pada peringkat ke16 ketika tahun kemarin.

Chief Executive Bournemouth, bernama Neil Blake, menuding bahwasannya nominal besar dengan maksud menghadirkan pemain Inggris tersebut adalah sebuah investasi sangat baik.

“Kami bersemangat untuk menyaksikannya mengalami peningkatan. Dirinya merupakan gelandang dengan peluang yang besar,” ujar Neil.

Bersama dengan Liverpool, Ibe telah menjalani sebanyak 41 partai pada kompetisic Premier League yakni dengan mencatatkan 1 gol pada tahun 2012 lalu.

Sayap yang aktif yang berasal dari London tersebut sempat menjalani sebagai pemain peminjaman yang berada di Birmingham City pada tahun 2013/14 dan juga Derby County pada tahun 2014/15.

Hijrahnya Ibe tergabung dari rentetan program pengurangan komponen tim yang dijalani sang Manajer yakni Juergen Klopp tahun ini.

Disamping menjual Ibe, sebelumnya The Reds sudah menjual sederet pemainnya Martin Skrtel (menuju Fenerbahce), Danny Ward (menuju Huddersfield, serta) Joao Teixiera (menuju Porto).

Media menggulkan Mario Balotelli dan Christian Benteke yang akan segera menyamai jalan mereka yakni keluar dari Anfield.

Ini Ungkapan Joe Atas Gol Ke 2 Islandia

Selaku kiper pada skuat Inggris, yakni Joe Hart, sempat mengungkapkan kesalahan ketika Islandia memasukkan gol yang ke 2 pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa yang diselenggarakan di Stadion Allianz Riviera, hari Senin, tanggal 27 juni 2016.

Inggris tak berhasil dalam melangkah menuju babak perempat final usai ditaklukan dengan skor 1-2 pada laga tersebut. Sebagai gol pamungkas dihasilkan lewat aksi tendangan mendatar yang kala itu dilakukan oleh Kolbein Sigthorsson ketika memasuki menit ke 18.

Saat itu bola sebetulnya sanggup didapati oleh Hart. Akan tetapi, kewaspadaan sang kiper Man City tersebut amat lemah dengan begitu bola melaju dan akhirnya lolos menuju arah gawang.

Usai laga, Hart mengatakan hal berikut, “Betul-betul berantakan. Selaku tim, kami merasa begitu kecewa.”

“Diri saya pribadi, hanya dapat menyatakan permintaan maaf sabab meenjadikan Islandia menang pada saat semestinya kami yang memimpin permainan,” ucapnya.

Atas gol yang dihasilkan Sigthorsson plus meneruskan penampilan minor Hart pada kompetisi Piala Eropa. Dirinya pun telah melakukan kesalahan dalam kewaspadaan pada saat Gareth Bale mau memasukkan gol lewat tendangan bebas bagi Wales, tanggal 16/6/2016.

Sebagai dampak yang berkelanjutan atas blunder Hart dan terhempasnya Inggris, yakni Roy Hodgson tekah hengkang dari jabatannya sebagai pelatih timnas. Hart juga ikut menyesalkan menyangkut keputusan yang diambil oleh atasannya.

“Ini benar-benar malam yang tak muda untuk kami, ditambah pula Hodgson. Kehilangan dirinya dengan aturan semacam ini tentunya hal ini yang tidak kami harapkan,” ucap Hart.

Rooney Enggan Mengikuti Jejak Lionel Messi

Inggris hengkang lebih awal pada ajang Piala Eropa 2016. The Three Lions –yakni julukkan untuk Inggris –telah berhasil dikalahkan oleh Islandia dengan perolehan skor yakni 1-2 bertempat di Allianz Riviera, Nice, ketika fase 16 besar, dinihari tadi.

Kala itu tiga singa sempat menduduki posisi pertama terlebih dahu ketika menit ke 4. Kala itu Wayne Rooney berhasil melakukan aksi mematikan dari tendangan penalti. Akan tetapi, 2 menit berlangsung, Islandia sukse mensejajarkan posisi kedudukan atas aksi tendangan first time yang dilakukan oleh Ragnar Sigurdsson.

Setelah laga tersebut, Wayne Rooney mengatakan dengan tegas bahwasannya dirinya tak ingin mengikuti jejak La Pulga( sebutan Lionel Messi) yang telah membuat keputusan mengakhiri masa karier dari tim naional Argentina setelah peroleh kekalahan pada ajang Copa America 2016.

“Pada malam ini tentu amat menyedihkan. namun saya amat menikmati dan amat senang dapat tampil bagi Tim nasional Inggris,” ujar penyerang yang kini tengah berumur 30 tahun itu.

Dibandingkan harus memikirkan masa karier, kala itu Rooney lebih senang menyaksikan pengganti Roy Hodgson yang memilih untuk hengkang selaku pelatih Inggris.” jika masih diyakini oleh sang manajer baru, saya tentunya akan hadir,” ucaap Rooney.

Selaku kapten The Red Devils, dirinya justru malah terpukau dengan nyali yang dimiliki Roy Hodgson yang menghantarkan begitu banyak gelandang muda pada ajang Piala Eropa 2016. Hal tersebut dipercaya Rooney menjadikan masa depan sepakbola bagi Inggris semakin cemerlang.

“Walau tak mudah untuk menyampaikannya, saya fikir Hodgson telah menjalankan hal baik bagi gelandangnya serta pada sepakbola Inggris. Saya mesti mengucapkan terima kasih terhadapnya,” ucap Rooney.

Rooney telah bembela Inggris mulai dari tahun 2003 lalu. Yakni jika dihitung sudah 13 tahun, disamping itu dirinya telah memperoleh 115 caps bersama dengan Tiga Singa dengan mencatatkan sebanyak 53 gol.

Hodgson Dapat Penambahan Masa Kontrak, Dengan Syarat..

Asosiasi Sepakbola Inggris yakni FA akan memberi penambahan masa kontrak bagi Roy Hodgson, dengan syarat dirinya sanggup menghantarkan Inggris paling tidak sampai menuju babak perempatfinal ajang Piala Eropa 2016.

Masa kontrak Hodgson diketahui akan usai setelah ajang Piala Eropa dan hingga sekarang ini belum adanya omobrolan menyangkut nasib kedepannya selaku pelatih  tiga singa(The Three Lions).

Selama 4 musim diasuh oleh Hodgson, Inggris memproleh sebanyak 33 kejuaraan, 14 kali imbang, dan 7 kali kegagalan dari total aga yang dimainkan yakni 54 laga baik laga duel ataupun laga persahabatan. Naming sayangnya, kualitas Hodgson hanya mampu membawa Inggris menuju babak  perempatfinal ajang kompetisi Piala Eropa tahun 2012 lalu.

Disamping itu Hodgson tak berhasil secara mutlak usai Inggris keluar posisi terbawah pada tahap grup ajang Piala Dunia tahun 2014 lalu. Walau begitu, Hodgson kerap kali diberi keyakinan penuh dari FA sampai dengan  pergelaran mayor ke 2 nya musim ini.

Chairman FA, yakni Greg Dyke, juga memberikan penambahan masa kontrak baru terhadap Hodgson dengan syarat dirinya sanggup menghatarkan  skuat The Three Lions paling tidak sampai menuju babak perempatfinal.

“Mengenai Roy, kami telah menginformasikannya dengan jelas bahwasannya tak ada hasil keputusan apa -apa yang diputuskan sebelum pergelaran tersebut usai,” ucap Dyke terhadap BBC 5 Live.

“Pastinya sebagai keberhasilan apabila Anda dapat masuk menuju tahap  semifinal,” tambahnya,

“Apabila kami tampil bagus dan apesnya jika harus gagal kontra tim raksasaatau dalam fase adu penalti pada babak perempatfinal, tentu kami akan adakan perundingan dengannya,” timpanya.

Sekarang ini Inggris berada pada posisi puncak Grup B dengan menjatatkan empar poin setelah 1 kali seri dan 1 kali unggul. Mereka Cuma memerlukan 1 angka dari pertandingan melawan Slovakia untuk dapat lolos menuju tahap 16 besar.

Komentar Bale Mengenai Inggris Disalah Artikan

Gareth Bale

Perkataan Gareth Bale menyebakan terjadinya adu argument jelang pentandingan antara Wales melawan Inggris pada babak lanjutan Piala Eropa. Kala itu Bale menekankan bahwasannya dirinya tidak akan mencabut kembali perkataannya.

Sama dengan sebelumnya, Bale sempat mengatakan atas penilainnya bahwa Wales mempunyai hasrat untuk tampil dan mempunyai rasa kebanggaan yang amat besar dibanding Inggris. Dari masing-masing tim tersebut dipastikan akan bertemu pada ajang kompetisi satu kota Britania, yang akan dilangsungkan di Stade Bollaert-Delelis, Lens, pada hari Kamis, tanggal 16 juni 2016, malam WIB.

Perkataan tersebut secara langsung menimbulan keritikan dari pihak Inggris. Sang Pelatih-Inggris, yakni Roy Hodgson lebih tidak menghiraukan dan tak mau menanggapi hal tersebut, dengan mengatakan bahwasannya hal tersebut merupakan hak Bale dalam memberi pendapatnya. Disamping salah seorang pemain Inggris, bernama Jack Wilshere mengatakan dari kedua belah pihal memang tidak begitu mengagumi satu sama lain, walau dikatakan ‘bersudara’.

Bale sendiri menilai ungkapannya tersebut dengan anggapan yang salah. Dirinya menekankan bahwasannya penyampaiannya tersebut di katakana yang sebagaimana adanya seorang pemain Wales, yang menganggap timnya lebih bagus.

“Saya tak sekalipun menyatakan mereka tak memounyai hasrat atau kekaguman. Saya hanya menilai, dari menurut penilaian saya, bahwasannya hasrat dan kekaguman kami lebih tinggi dan saya percaya bahwa mereka yang beranggapan pun sama yakni lebih bagus,” ucap gelandang Los Blancos ini disampaikan dari Sky Sports.

“Semua orang tentunya bahagia menilai sesuatu yang sedikit menyimpang dari jalurnya. Saya bangga atas pendapat saya dan saya percaya kami mempunyai daya juang tim yang besar, mungkin ini yang paling baik yang sebelumnya beluh pernah saya lihat pada tim.”

“Apakah itu sepakbola ataukah rugby, apa saja olahraganya yang ada di Wales, kami terlihat mempunyai tingkatan lebih lanjut. Anda betul-betul dapat merasakan pada saat berada di lapangan, melihat laga-laganya, dan setelahnya saya hanya menyampaikan komentar saya,” tambahnya.

Tah Selaku Gelandang Pengganti Di Tim Nasional Jerman

TahJerman secara terbuka meminta kehadiran Jonathan Tah untuk berperan sebagi pengganti kedudukan dari Antonio Ruediger, yang keluar dikarenakan mendapati cedera anterior cruciate ligament pada bagian lututnya.

Antonio Ruediger terkena cedera pada waktu dirinya mengikuti latihan yang bertempat di Evian, pada hari Rabu, tanggal 8 juni 2016. Salah seorang pemain yang merupakan Bek dari AS Roma tersebut mendapati masalah setelah mejalani aksi tekel.

UEFA mempunyai peraturan bahwasannya kepada tim diperbolehkan untuk mencari pemain ganti sampai dengan laga 1 berlangsung. Kala itu Jerman juga secara sigap meminta kehadiran Tah selaku gelandang ganti untuk Ruediger.

“Kami membuat keputusan dengan menghadirkan Jonathan Tah. Kami putuskan membidik geladang pengganti dari Ruediger dengan sosok bek tengah,” ucap sang pelatih-Jerman, bernama Joachim Loew, seperti yang disampaikan dari Soccerway.

Jonathan Tah telah mencatatkan satu cap bersama dengan Die Mannschaft. Sebuah cap tersebut dirinya peroleh pada saat Jerman tampil kontra Inggris dibulan Maret lalu. Saat itu, Jerman berhasil ditundukkan dengan skor 2-3.

Pria (Jonathan Tah) yang kini tengah berusia 20 tahun itu, telah bermain sebanyak dua puluh delapan kali bersama Bayer Leverkusen tahun lalu, yang mana dirinya kerap bermain selaku starter dan dari total 28 penampilannya sebanyak 27 kali tampil selama satu setengah jam.

Dirinya juga membantu Leverkusen masuk ke dalam peringkat ke 3 Bundesliga tahun lalu.

“Jonathan Tan telah mengikuti dalam sesi latihan sendiri dalam 3 minggu belakanga. Dirinya begitu kompeten serta tak bersantai atau menganggap remeh walaupun tengah menjalani masa liburan. Dirinya akan bersiap untuk diturunkan hanya beberapa hari ke depan,” ucap Loew.