Conte Senang dengan Kabar Kembalinya Kante di Skuat Chelsea Lawan Roma

Antonio Conte senang dengan kabar kembalinya N’Golo Kante ke skuat utama Chelsea, dengan demikian sang gelandang andalannya ini akan siap untuk pertandingan melawan AS Roma dilanjutan fase Grup D Liga Champions malam ini.

Kante sudah absen dalam beberapa laga penting Chelsea, terakhir kali terlihat Kante pada pertandingan level internasional bersama timnas Prancis awal bulan September kemarin. Namun dipertandingan itu pula Kante harus menerima kenyataan dengan tertimpa cedera hamstring.

Kehilangan Kante jelas sangat berpengaruh dalam keseimbangan permainan Chelsea, terbukti mereka harus bermain buruk dengan kalah dan imbang 3-3 melawan Roma di Stamford Bridge, London. Dan kini, kabar gembira itu disambut senyum lebar oleh Conte yang akan bermain di Italia.

Pada kesempatan jumpa pers sebelum pertandingan, Conte menyebut Kante dan Danny Drinkwater telah fit. Itu artinya ada kemungkinan dua mantan pemain Leicester City ini akan bermain bersamaan di Olimpico, Roma.

“Kami siap dengan kembalinya Danny Drinkwater dan Kante yang telah pulih. Kante berlatih bersama kami, juga sebelum pertandingan melawan Bournemouth. Saya pikir sangat penting saat ini untuk berbicara dengan pemain dan perasaan pemain juga penting,” tutur Conte.

“Saya pernah jadi pemain dan saya tahu betul setelah cedera, cedera yang buruk, sangat penting untuk mendengarkan pemain. Bagi dia dan bagi tim. Hal ini akan membuat kami berpikir agar bisa memutuskan hasil terbaik.” ucap Conte.

Dilain sisi, pemain lain yang masih cedera macam Victor Moses belum bisa dipastikan kapan waktu tepatnya kembali ke Chelsea. Conte sendiri menilai masa pemulihan Moses membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun kehilangan Moses bukan kendala buruk sebagaimana pemain lain memiliki kapasitas dan performa yang sama baik dengan gelandang kelahiran Nigeria tersebut.

“Moses butuh lebih banyak waktu. Kami harus mengambil satu persatu pertandingan dan mencoba memberikan yang terbaik disetiap waktu.” tutup Conte.

Liverpool Tinggal Selangkah Memboyong Salah

Mohamed Salah AS Roma to Liverpool, Mohamed Salah AS Roma, to Liverpool, Mohamed Salah, AS Roma to Liverpool, Mohamed Salah to Liverpool, AS Roma , Premier League, Liga Inggris, Serie A, Liga Italia
Mohamed Salah AS Roma to Liverpool, Mohamed Salah AS Roma, to Liverpool, Mohamed Salah, AS Roma to Liverpool, Mohamed Salah to Liverpool, AS Roma , Premier League, Liga Inggris, Serie A, Liga Italia
Mohamed Salah AS Roma to Liverpool

Menurut Transfermarketweb, mantan pemain Chelsea ini akan pindah ke Anfield dalam beberapa pekan mendatang setelah Liverpool dan AS Roma akhirnya mencapai kesepakatan mengenai biaya transfer untuk Mohamed Salah. The Reds dikabarkan menggelontorkan dana 45 juta Euro dalam pertukaran untuk pemain sayap berusia 25 tahun tersebut.

Salah dikatakan telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Liverpool pada awal bulan ini, bahkan sebelum melakukan penawaran resmi untuk pemain internasional Mesir tersebut. Mereka kemudian mendapat tawaran sekitar 34 juta poundsterling  namun ditolak, dan sepertinya penawaran terbaru mereka membuahkan hasil.

Mantan pemain sayap FC Basel tersebut telah berhasil menjalanu musim terbaik karir seniornya di kampanye yang baru saja ditutup, pasalnya Ia telah mencetak 19 gol dan mencatatkan 15 assist dalam 41 pertandingan untuk Giallorossi. Bisa dibilang, Ia pemain terbaik Luciano Spalletti dan mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak kedua klub.

Liverpool sebelumnya pernah membidik Salah pada bursa transfer musim musim 2013/14 namun kalah dengan Chelsea, yang membayar sekitar 11 juta poundsterling Namun tanpa sedikit kecemerlangan, The Blues tidak pernah bisa mendapatkan yang terbaik darinya dan ia pun gagal mendapat tempat di starting XI Mourinho.

Musim berikutnya, setelah membuat hanya 8 penampilan untuk The Blues di semua kompetisi, dia dipinjamkan ke Fiorentina untuk jangka waktu 18 bulan pada bulan Januari 2015, dengan Juan Cuadrado dipermanenkan Chelsea. Namun, meski mencetak 9 gol dan mendapatkan 4 assist dalam 26 penampilan, dia pengurangi ppinjamannya pada akhir musim.

Ia pindah ke rivalnya AS Roma dengan status pinjaman, dan akhirnya ia menjadi pemain inti tim utama. Dalam 42 penampilan dia mencetak 15 gol dan mengumpulkan 9 assist, yang meyakinkan aksasa Italia itu untuk mempermanenkannya dengan biaya sebesar 15 juta Euro.

Sejak meninggalkan Stamford Bridge, ia telah berkembang pesat sebagai pemain dan meningkatkan produktivitasnya yang konsisten selama 3 musim terakhir. Ia mampu bermain di mana saja dalam lini serang dan terntunya fleksibilitasnya ini akan dimanfaatkan Jurgen Klopp dengan baik.

Salah memiliki semua kualitas yang dibutuhkan Klopp untuk sayap dan akan menjadi menarik saat menyandingkannya dengan Saido Mane dimana keduanya sebagian besar adalah pemain sayap kanan ke dalam skuadnya. Bala bantuan lainnya masih tetap dibutuhkan oleh Liverpool, namun akuisisi Salah adalah cara yang baik bagi Jurgen Klopp untuk memulai bursa transfer.

Inter Milan Umumkan Penunjukan Pelatih Barunya Hari Ini

Luciano Spalletti AS Roma to Inter Milan, Luciano Spalletti AS Roma, to Inter Milan, Luciano Spalletti, AS Roma to Inter Milan, Luciano Spalletti to Inter Milan, AS Roma, Serie A, Liga Italia
Luciano Spalletti AS Roma to Inter Milan, Luciano Spalletti AS Roma, to Inter Milan, Luciano Spalletti, AS Roma to Inter Milan, Luciano Spalletti to Inter Milan, AS Roma, Serie A, Liga Italia
Luciano Spalletti Inter Milan

Pada hari ini Inter Milan telah mengumumkan penunjukkan mantan pelatih AS Roma yaitu Luciano Spalletti, sebagai kepala pelatih tim utama untuk musim 2017-2018 yang akan digelar tak lama lagi.

Pelatih baru tersebut telah menandatangani kontrak dengan masa bakti dua tahun yang akan diresmikan pada sebuah konferensi media di Suning Training Center untuk mengenang Angelo Moratti pada Rabu depan pukul 12:00 waktu setempat. Dia akan mengikuti sesi latihan pertamanya bersama tim pada hari Senin 3 Juli mendatang.

Pelatih Italia yang berusia 58 tahun itu sebelumnya bermain sebagai gelandang di Virtus Entella, Spezia, Viareggio dan Empoli. Setelah menggantung sepatu  pada tahun 1993, dia memulai karir kepelatihannya di Empoli pada dua tahun kemudian dan mampu membawa klubnya dari Serie C ke Serie A dalam waktu tiga tahun.

Dia kemudian bergabung menuju Sampdoria, Venezia, Udinese dan Ancona sebelum kembali ke Udinese pada tahun 2002 lalu. Dia telah membantu tim Friulian memenuhi syarat untuk masuk ke pertarungan UEFA  Cup/ Europa League, di tahun pertamanya dan melanjutkan perjalanannya lebih baik pada 2004/05 saat dia mengamankan sebuat tempat di pertarungan Champions League untuk pertama kalinya dalam sejarah

Kemudian Ia langsung direkrut menuju Roma dan menjalaninya selama empat tahun di mana dia berhasil memenangkan dua Coppa Italias dan satu Super Cup Italia, menjadikan Giallorossi sebagai kekuatan utama di pentas Eropa.

Pada bulan Desember 2009 lalu Spalletti mengambil alih posisi di Zenit St Petersburg, di mana ia mengklaim dua gelar Premier League Rusia, Russian Cup  dan Super Cup dalam waktu empat tahun ditangannya.

Pada Januari 2016 dia kembali mengasuh Roma dan membawa Giallorossi ke tempat ketiga berkat perolehan 46 poin yang mengesankan hanya dalam paruh kedua musim ini menggantikan pelatih sebelumnya. Musim terakhirnya 2016-17,  ia melangkah lebih jauh dan membawa Roma berada di urutan kedua dengan 87 poin. Selama berada 18 bulan melatih di ibukota, Spalletti rata memiliki -rata 2,33 poin per game.

Spalletti merupakan pelatih yang terlibat dalam pertandingan Serie A paling banyak dibandingkan pelatih lainnya yang saat ini bekerja di Serie A yaitu 406 laga dan terus bertambah.

Dalam level personal, ia telah berhasil memenangkan penghargaan Panchina d’Oro yang bergengsi di tahun 2004/05 dan diangkat sebagai Pelatih Terbaik oleh Asosiasi Pesepakbola Italia pada tahun 2006 dan 2007.

Semoga saja Ia sukses dalam pekerjaan baru ini, dan mampu mendongkrak performa Inter Milan yang cukup buruk karena berada di peringkat ketujuh klasemen dan tak mengikuti ajagn kompetisi lintas Eropa.

Mantan Kiper Roma Akan Dipermanenkan Juventus Menggantikan Buffon

Wojciech Szczesny AS Roma to Juventus, Wojciech Szczesny AS Roma, to Juventus, Wojciech Szczesny, AS Roma to Juventus, Wojciech Szczesny to Juventus, AS Roma, Wojciech Szczesny gianluigi Buffon
Wojciech Szczesny AS Roma to Juventus, Wojciech Szczesny AS Roma, to Juventus, Wojciech Szczesny, AS Roma to Juventus, Wojciech Szczesny to Juventus, AS Roma, Wojciech Szczesny  gianluigi Buffon
Wojciech Szczesny AS Roma to Juventus

Seperti yang diungkapkan oleh midia The Sun, penjaga gawang Arsenal yaitu Wojciech Szczesny menampilkan performa yang mengesankan saat dipinjamkan ke AS Roma musim lalu dan kini Ia akan menandatangani perjanjian pra-kontrak dengan Juventus dalam rangka menuju status permanen untuk bermain di Liga Italia bersama Juventsu menggantikan Gianluigi Buffon yang legendaris. Pasalnya Buffon harus sudah menggantung sarung tangannya lagi dalam waktu dekat.

Namun, pemain timnas Polandia itu akan menyelesaikan tahun terakhir kontrak bersama klubnya sebelum menuju Turin di musim panas mendatang. hal ini dikarenakan kemungkinan besar Buffon akan pensiun setelah Piala Dunia 2018 di Rusia tahun depan.

Szczesny benar-benar tampil mengesankan dengan setelah ia diberi kesempatan untuk menunjukkan kebolehannnya di Roma musim ini. Ia pun selalu hadir menghalau bola untuk timnya dan mencatat 14 clean sheet dalam 38 penampilan di kompetisi papan atas Italia dan membantu tim menyelesaikan kompetisi tersebut dengan selisih empat poin di bawah Juventus.

Palang teakhir Roma tersebut memang fantastis tahun ini dan ia juga sepertinya mampu menghapus beberapa masalah terbesar yang dia hadapi sebelumnya karena Ia dulu sempat tidak konsisten dan agak ragu-ragu. Namun kini  penampilannya telah diperhatikan.

Dia telah berhasil mengubah dirinya menjadi salah satu penjaga terbaik Serie A dan tidak mengherankan Juventus memilikinya di radar mereka. Szczesny cukup solid dalam pertarungan di udara, di tanah dan saat set piece, dan terlebih lagi distribusinya dari belakang tidak pernah gagal.

Dia solid seperti batu saat Roma sangat membutuhkannya dan membuktikan dirinya sebagai salaha seorang kunci dalam kesuksesan klub. Roma juga sempat tertarik untuk mengontraknya secara permanen sementara klub lain Serie-A seperti Napoli, Inter Milan dan AC Milan juga masih mengawasi sang kiper.

Meski menikmati peningkatan yang luar biasa, ternyata masih sulit baginya untuk bermain dengan The Gunners. Kiper veteran Petr Cech telah dengan tegas menetapkan dominasinya bawah gawang Arsenal sementara David Ospina telah menempati posisi nomor dua.

Dalam situasi seperti ini, Szczesny harus melepaskan diri dari tim utamanya dan juga mencegah risiko kehilangan bentuk brilian yang telah dia hadapi bersama Roma dan itu tidak akan menjadi peluang yang menguntungkan untuk dilakukan. Oleh karena itu, bergabung dengan Juventus sepertinya merupakan pilihan terbaik baginya saat ini, terutama sekali Gianluigi Buffon mengajukan tawaran pengganti kepada klub tersebut.

Dzeko Berhasil Memenangkan Capocannoniere Serie A 2016-17

Edin Dzeko AS Roma, Edin Dzeko, AS Roma, AS Roma vs Genoa, Capocannoniere 2016-17
Edin Dzeko AS Roma, Edin Dzeko, AS Roma, AS Roma vs Genoa, Capocannoniere 2016-17
Edin Dzeko AS Roma

Pemain lini depan AS Roma yaitu Edin Dzeko, telah berhasil mengakhiri musim ini sebagai striker yang paling produktif di Serie A dan telah menyamai rekor klubnya dengan 29 gol dalam satu musim kampanye liga, yang sebelumnya pernah dicatatkan oleh Rodolfo Volk pada tahun 1930-31.

Dalam pertandingan terakhirnya di Serie A, Roma menghadapi Genoa yang diselenggarakan tadi malam puklul 23.00 WIB di Stadio Olimico, Dzeko menyumbangkan sebuah gol, dan dua buah asisst menghantarkan timnya menang tipis dengan skor 3-2.

Dengan demikian, striker berusia 31 tahun tersebut berhasil menjadi pemain Bosnia pertama yang memenangkan Capocannoniere, pencetak gol terbanyak di Serie A, mengalahkan rivalnya Dries Mertens yang sempat unggul saat mencetak gol untuk kemenangan Napoli atas Sampdoria dengan skor 4-2. Ia pun mencatatkan total golnya menjadi 28 kali.

Pemain bernomor punggung dari 9 telah mencetak delapan gol dalam delapan pertandingan terakhirnya bersama  Roma dan membuat aksinya menjadi pemain paling sukses, walaupun sebelumnya sang striker pernah mencetak 26 gol di Bundesliga untuk Wolfsburg pada musim 2008-09. Ia pun secara langsung berperan nyata membuat timnya berada di posisi kedua klasemen.

Disisi lain, rivalnya dari timnas Belgia yaitu Mertens, terakhir kali mencetak lebih dari 20 gol dalam satu musim terjadi saat ia mencetak 21 gol untuk PSV pada musim 2011-12, dan aksinya untuk Napoli pada musim ini termasuk catatan hat-trick-nya  yang menghantarkan timnya unggul dengan skor 5-0 saat menghadapi Cagliari diikuti oleh empat buah gol dalam sebuah pertandingan menghadapi Torino seminggu kemudian membuat timnya unggul 5-3.

Ditempat ketiga pencetak gol terbanyak di Serie A dipegang oleh striker Torino, Andrea Belotti, setelah menambah golnya dalam kemenangan 5-3 atas Sassuolo pada hari Minggu kemarin, diikuti oleh Gonzalo Higuain dari Juventus dan Mauro Icardi dari Inter, yang keduanya mencetak 24 gol.

Ciro Immobile adalah satu-satunya pemain lain yang bisa menyelesaikan lebih dari 20 gol setelah ia mendapat penalti dalam kekalahan 3-1 di Crotone untuk menyelesaikan 23 gol di liga.

Demikianlah lima pencetak pencetak gol terbanyak Serie A untuk musim 2016-2017 dengan jumlah minimal gol 20 kali.

Pelatih Lazio Sebut AS Roma Sebagai Yang Diunggulkan

Juru taktik pada skuat Lazio, yakni Simone Inzaghi mengatakan bahwasannya AS Roma lebih diunggulkan untuk juara. Walau begitu, Inzaghi tetap melihat pertarungan kontra AS Roma dengan rasa optimis.

AS Roma dan Lazio dipertemukan pada laga semifinal -Coppa Italia yang dilangsungkan dalam 2 paruh. Paruh ke-1 bakal dihelat pada hari Rabu, tanggal 1 Maret 2017, sementara paruh ke-2 pada awal bulan April mendatang.

“Kami mengetahui apa yang bakal kami jalani. Saya memiliki perasaan yang besar bagi i Lupi dan untuk (juru taktik) Luciano Spalletti,” ucap Inzaghi seperti yang disampaikan oleh media asal Italia.

“Akan tetapi, besok saya memili rasa optimis yang besar kepada tim saya. Mereka sangat hebat dansolid. Kami masuk menuju semifinal atau memiliki lima puuh angka pada kompetisi Serie A bukan secara kebetulan,” tambahnya.

“Kami memiliki satu laga penting yang mana AS Roma merupakan pengidolanya. Walau demikian, saya percaya terhadap diri saya pribadi, pegawai saya, dan para pesepak bola saya. Saya katakan kembali, kami ada di sini bukan secara kebetulan,” ucap Inzaghi dengan tegas.

AS Roma dan Lazio pernah satu kali berjumpa pada pertandingan Derby della Capitale di musim ini, pada bulan Desember yang lalu. Dan alhasil, i Lupi unggul atas skor 2-0 melalui sederet gol yang dilakukan Radja Nainggolan dan Kevin Strootman.

“Tersebut memberikan kami banyak pebelajaran, bahwasannya derby merupakan sebuah lagas istimewa dan Anda bakal dihukum dalam kesalahan paling kecil satu kali pun. Kami tampil lebih bagus disbanding mereka selama 50 sampai 60 menit, maka kami menjalani beberapa kesalahan personal, juga sejumlah akspek lain,” ucap Inzaghi.

 

Peluang Baik, Juve Memulai Tahun Dengan Baik Pula

Dengan perasaan kecewa yang dirasakan Juventus dalam mengakhiri tahun 2016 atas tidak berhasilannya mendapatkan trofi Piala Super Italia. Juve paling tidak memiliki peluang yang baik mengawali tahun 2017 dengan baik.

Bianconeri mengakhiri 2016 dengan kegagalan atas AC Milan pada ajang Piala Super Italia, melalui fase adu penalti. Peluang dalam mendapatkan gelar perdana di tahun ini juga terlepas.

Dalam usahanya untuk membuka yang lembaran baru dan menyisahkan kekecewaan itu, Juventus melewati pertandingan yang di atas kertas ringan di pertandingan ke satu 2017 ini. Tim arahan Massimiliano Allegri bakal bertanding kontra skuat tamu yang menduduki posisi 15–Bologna, yang dilangsungkan di Juventus Stadium, hari Senin, tanggal 9 Januari 2017 dinihari WIB.

Juventus tidak pernah kalah dalam 9 laga pertemuan terakhir. Akan tetapi tetap perlu waspada menyusul pada partai terbaru yaitu pada tahun lalu, Bologna dapat tahan imbang tak adanya gol.

3 angka bakal penting untuk menyurutkan tekanan pada atas klasemen. Skuat yang berjulukan La Vecchia Signora sekarang ini berada unggul dengan raihan 42 gol dalam 17 minggu, 4 poin  di atas AS Roma yang menduduki peringkat 2 yang telah tampil delapan belas kali.

AS Roma pada minggu yang sama ini bakal berkunjung menuju Genoa, hari Minggu, tanggal 8 Januari 2016 malam WIB. AS Roma harus mendapatkan 3 angka agar dapat terus menyusul Juventus. Peluangnya cukup baik sebab Genoa tengah dalam masa yang kurang baik, hanya unggul satu kali pada 5 pertandingan terakhir dan gagal di 2 yang terbaru.

Skuat urutan 3 Napoli pun menghadapi pertandingan yang cendurung mudah, yakni bertanding kontra Sampdoria(selaku skuat tamu). Napoli sebagai skuat yang tidak pernah kalah tak dalam 7 laga terakhir liga dan takkan ingin kehilangan peluangnya di awal tahun ini.

Alessandro Florenzi Tidak Tetapkan Target Kembali

Alessandro Florenzi mesti izin tampil lama usai mendapati cedera yang cukup serius pada beberapa waktu lalu. Pesepak bola winger i Giallorossi-julukan AS Roma tersebut tidak membuat target kembali-nya.

Florenzi yang kini berusia 25 tahun tersebut, mengalami cedera pada anterior cruciate ligament (ACL) pada bagian lutut sebelah kiri ketika AS Roma menundukkan Sassuolo atas skor 3-1, pada tanggal 26/10/2016 lalu. Karena cedera itu, dirinya mesti melakukan operasi.

Cedera yang didapat Florenzi itu memerlukan waktu penyembuhan yang memakan waktu tak sebentar melainkan cukup lama. Namun, beberapa kabar mengatakan dirinya berkemungkinan dapat kembali lebih cepat dibanding dengan yang diperkirakan sebelumnya.

Florenzi dikabarkan dapat kembali mengikuti serangkaian latihan bersama dengan teman-teman satu timnya pada bulan Februari tahun 2017 mendatang dan juga akan kembali mengikuti pertandingan pada bulan selanjutnya.

Florenzi pribadi tak menetaokan target menyangkut kembali-nya ia menuju kotak hijau. Dirinya mau betul-betul pulih sebelum bermain lagi.

“Cedera pada saya? Saat ini saya merasakan keadaan yang baik, kami tengah menjalani program dan hal tersebut bakal memakan waktu dengan apa menjadi kebutuhan,” ujar Florenzi seperti disampaikan salah satu media di Italia.

“Kami tak sedang menghitung hari,” ucapnya.

AS Roma sekarang ini menghuni pada urutan ke 2 di klasemen-Serie A usai mendapati 26 angka dari 12 pertandingan. Giallorossi memiliki jarak 4 angka dari Juve yang berada di puncak klasemen.

 

Walau Unggul, AS Roma Tetap di Komentari

Selaku pelatih pada skuat AS Roma, yakni Luciano Spalletti, memberikan komentarnya atas performa sederet anak didiknya ketika bertanding kontra Udinese pada laga Serie A yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, hari Sabtu, tanggal 20 agustus 2016.

Pada laga ini, AS Roma unggul atas skor akhir 4-0. 2 dari 4 gol dihasilkan oleh Diego Perotti. Mohamed Salah dan Edin Dzeko masing-masing telah mencatatkan 1 gol.

Cuma saja, masih adanya kejelekan menurut pandangan dari Spalletti kala melihat penampilan pada fase pertama. Armada ibu kota dirasa telah mengeluarkan banyak kesempatan peluang jeda.

Dari sepuluh kali upaya yang dilesatkan AS Roma, Cuma 3 di antaranya menjurus menuju tepat pada sasaran dan tak 1 pun yang menghasilkan gol.

“Kami tampil begitu ceroboh, sementara Udinese bermain sabfat bagus dan memperaktekkan permainan fisik,” ucap Spalletti.

“Baru dalam fase ke 2, kami tampil jauh lebih baik. skuat menambahkan semangat dan memperlihatkan kepribadian sesungguhnya,” ucap sang pelatih.

Anggapan yang tak sama disampaikan Perotti sebagai pelaku utama tim. Dirinya berpendapat, skuatnya bermain dengan sangat baik dalam laga ini.

Dirinya juga merasa teman-teman satu timnya layak bersikap yaknin dan percaya diri untuk pertandinganb berikutnya, yaitu bertandingan FC Porto di play-off ke 2 Liga Champions yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, hari Selasa, tanggal 23 agustus 2016.

AS Roma diharuskan untuk juara atau tampil seri 0-0 agar masuk menuju tahap grup.

“Sangat utamauntuk memulai pertandingan dengan keunggulan. Sekarang, kami mendapati keyakinan diri untuk bertanding menghadapi Porto,” ucap Perotti.

Andre Dkk Belum Pasti Lolos Skuat Utama Blaugrana

Selaku pelatih Blaugrana(julukkan FC Barcelona), yakni Luis Enrique tak bisa menjamin untuk para pesepak bola anyar FC Barcelona yakni agar langsung lolos bergabung pada tim inti. Mereka mesti terlebih dulu berusaha dengan keras agar dapat lolos pada susunan gelandang yang dipilih oleh Enrique.

Barca pribadi menghadirkan 4 gelandang pada jendela transfer tahun 2016 ini. Mereka percaya bahwasannya 4 pemain  yang dihadirkannya seperti Lucas Digne, Denis Suarez, Andre Gomes dan Samuel Umtiti. Pada jumlahnya yang ada saat ini masih dapat bertambah sebab Barca masih memburu striker tambahan.

“Mereka merupakan pesepak bola dengan kemampuan yang sangat baik dan mempunyai keahlian yang mempuni sebelumnya. Namun berada di sini tak akan mudah. Mereka mesti berusaha dengan sangat keras agar dapat memperoleh posisi utam,” ucap Enrique.

Walau begitu, selaku eks pelatih i Lupi(julukkan AS Roma) ini menyatakan bahwasannya semua gelandang yang telah hadir selama ini telah memperlihatkan kemampuan yang mereka miliki sampai-sampai lebih dari apa yang diharapkan oleh Enrique sebelumnya.

“Sederet pesepak bola anyar selama ini amat baik. Seluruhnya berlangsung dengan sangat baik. Saya betul-betul merasa senag dengan apa yang telah mereka perlihatkan. Kala itu mereka sampai-sampai dapat melakukan aksi merekan lebih baik dari apa yang diri saya mau ,” tambahnya.

Hari Kamis, tanggal 11 agustus 2016, Barca akan bertanding kontra Sampdoria pada Joan Gamper Trophy. Pada laga uji cobakali  ini akan sebagai pengetesan yang  terakhir untuk sederet pesepak bola anyar FC Barcelona sebelum menjalani persaingan resmi yang bertempat di Spanyol yang akan diawali dengan ajang Piala Super Spanyol kontra Spanyol.