Josep Maria Bartomeu melihat ada begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kasus klausul Neymar. Presiden Barcelona itu menyebut bahwa kepergian Neymar ke Paris Saint Germain telah membuka mata para petinggi klub.

Bartomeu sendiri merasa kecewa usai Neymar memutuskan hijrah ke Ligue 1 Prancis, terlebih lagi Barca harus membayar mahal Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund sebagai opsi pengganti posisi Neymar.

Meski begitu, Bartomeu mencoba mengambil sisi positifnya dan bersiap membangun kembali rancangan baru serta berhati-hati dalam menentukan sikap untuk menentukan nilai klausul seorang pemain dalam kontraknya.

“Kejadian kemarin telah menghilangkan fokus kami. Saya lebih suka jika pemain mengatakan dia akan pergi. Kami akan bisa mencari penggantinya dengan tenang. Akan tetapi, dengan kejadian Neymar kami begitu tergesa-gesa untuk mencari pengganti,” cetus Bartomeu

“Berdasarkan rulenya, Barca akan selalu siap melepas semua pemain yang ingin pergi. Sama halnya dengan Neymar, namun kami akan senang jika bisa mendapatkan Dembele diangka yang menurut kami pantas,”

Terlepas dari transfer Neymar, Bartomeu menambahkan jika dirinya dan juga banyak pihak siap memetik pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi, terlebih khusus dalam menentukan klausul sang pemain didalam kontraknya.

“Tentunya kami harus menaikan klausul, Ada inflasi di bursa transfer yang datang tidak dari dunia sepakbola, namun dari tempat lain. Kami memutuskan untuk meningkatkan kinerja akademi, pemasukan, dan bekerja sama dengan UEFA, FIFA, dan ECA.” tutup Bartomeu.

Dembele sendiri masih sangat diragukan bisa menggantikan posisi Neymar, diusia yang masih muda dan minim nya pengalaman akan menjadi sebuah tantangan besar Dembele untuk berduet dengan Lionel Messi dan Luis Suarez di skuat inti Barcelona.