Soal Pengedaran Tiket, Juve Tersangkut Kasus Kejahatan

I Bianconeri- julukan Juventus kembali tersangkut dalam kasus. Telah mencatatkan title liga paling banyak ini dituding memberi fasilitas pada tindak kejahatan atas pengedaran tiket laga yang diangsungkan di markasnya sendiri.

Andrea Agnelli yang merupakan selaku Presiden pada klub Juventus langsung menyangkal atas tuduhan tersebut. “Dengan memberi rasa hormat terhadap para pemeriksa, saya tekankan semua itu tak benar,” sebut Agnelli yang ditulisnya lewat media sosial miliknya.

Giuseppe Pecoraro selaku FIGC (Penyidik Asosiasi Sepak Bola Italia) mengatakan Juve pada saat memberikan keterangan pada komite Anti-Kejahatan(mafia) Parlemen Italia. Dirinya mengatakan skandal ini diproses mengingat temuan penyidik umum yang ada di Turin. Pecoraro pun menyampaikan proses penyidikan telah dimulai sedari bulan Agustus pada tahun lalu.

Diketahui, pihak berwenang mempunyai bukti atas ditemukannya Agnelli dan 3 atasan Juve dengan orang yang mempunyai jaringan aksi kejahatan. Ke-2 belah pihak diketahui telah menemui kesepakatan soal pengedaran tiket masuk Juventus Stadium. Supaya keinginannya tereaisasi, teroris membuat ancaman bakal melakukan aksi yang kejam di dalam stadion.

Keomite Anti-teroris dikabarkan bakal meminta informasi dari ofisial Juventus.

Kasus Sebelumnya

Ini bukanlah kasus yang kali pertama Juve tersangkut dalam tindangan penggelapan uang. La Vecchia Signora adalah alang utama dalam skandal Calciopoli ditahun 2006 silam.

Telah ada bukti bahwa sudah berpengaruh pada hasil laga,  2 title liga milik Juve diambil. Mereka pun dipindahkan menuju Serie B.