Legenda Juventus Ungkap Alasan Merosotnya Performa Dybala Musim Ini

paulo dybala juventus 2019

Berbeda dengan musim sebelumnya, Paulo Dybala tidak terlalu garang bersama Juventus saat ini. Dalam pandangan legenda klub, Alessandro Del Piero, ada satu hal yang membuat performa pemain asal Argentina tersebut menurun.

Musim kemarin bisa dibilang yang terbaik untuk seorang Paulo Dybala. Oleh sang pelatih, Massimiliano Allegri, Dybala dipercaya untuk tampil dalam 46 pertandingan di semua kompetisi. Dybala membayar kepercayaan sang pelatih dengan catatan 26 gol serta tujuh assist.

Bahkan dalam beberapa kesempatan saat dirinya absen, Juventus kerap kesulitan untuk membongkar pertahanan tim lawan. Tapi hal tersebut sudah tak terlihat lagi pada musim ini, di mana Dybala lebih sering dimainkan di bangku cadangan dan Juventus baik-baik saja.


Untuk musim ini, pemain berusia 25 tahun tersebut sudah bermain sebanyak 38 kali di seluruh ajang kompetitif. 10 di antaranya tampil sebagai pengganti di babak kedua. Namun ia hanya mampu membukukan 10 gol dan empat assist saja.

Menurunnya performa Dybala tentu membuat klub sedikit was-was, apalagi publik sangat mengharapkan duet antara dirinya dengan Cristiano Ronaldo. Dalam pandangan Del Piero, ada satu hal yang membuat penampilan pengguna nomor punggung 10 itu menurun.

“Paulo Dybala adalah pemain yang mampu menyambung lini serang dengan gelandang. Namun, Juventus yang sekarang bermain dengan tiga pemain menyerang” ungkap Alessandro Del Piero kepada Sky Sports.

Terlalu Sering Dirotasi
Rotasi juga, menurut Del Piero, juga menjadi salah satu alasan menurunnya performa Dybala. Salah satu contoh yang diberikan oleh mantan winger andalan La Vecchia Signora itu adalah saat bertemu Atletico Madrid di Liga Champions.

“Paulo Dybala bagus dalam memberikan operan, tapi musim ini dia tidak tampil pada pertandingan-pertandingan penting. Menurut saya, dia tidak bermain buruk di Madrid. Dia dilanggar berkali-kali tapi hasilnya tidak bagus,” demikian tutup Del Piero.

Higuain Ingin Tinggalkan AC Milan

gonzalo higuain ac milan 2019
gonzalo higuain ac milan 2019

Isu Gonzalo Higuain yang tidak lagi kerasan bersama AC Milan akhirnya sudah terjawab. Sang allenatore Gennaro Gattuso mengonfirmasi jika si pemain berniat pergi ke klub lain secepatnya. Untuk sekarang Chelsea menjadi klub paling depan untuk mendapatkan pemain kelahiran Argentina itu.

Kondisi Higuain sendiri di Milan cukup pelik. Dia adalah penggawa Juventus yang menjalani peminjaman ke Milan usai Bianconeri memboyong Cristiano Ronaldo. Tapi sangat disayangkan El Pipita gagal unjuk kemampuan di San Siro.

Dirinya cuma mampu menorehkan delapan gol di berbagai ajang musim ini. Ketajaman Higuain terlihat anjlok, entah diakibatkan rekan satu tim atau karena usianya yang sudah mengincak 31 tahun. Dirasakan oleh Gattuso, saat pemain telah membuat keputusan, tidak mudah merubah pendirian itu. Hal tersebut yang berlaku pada Higuain .

“Tatkala pemain telah membuat keputusan, rasanya sulit untuk kami membuat dia berubah pikira. Kami memiliki hubungan baik karena sama-sama jujur dari hati, kami berbicara seluruhnya secara blak-blakan,” ungkap Gattuso di Sky Sports.

“Untuk sekarang Higuain masih menjadi bagian dari kami dan kami tetap berupaya mempertahankan dia seerat mungkin. Saya tidak tahu kejadian apa di masa mendatang.”

Masih dalam momen yang sama Gattuso menyatakan jika sekarang ini keputusan final ada di pihak Higuain. Dia tak tahu mengapa Higuain berniat hengkang, walaupun sang pelatih tetap mendukung apapun keputusan mantan penggawa Real Madrid.

“Saya telah bertemu dengannya, namun sulit memberikan saran kepada dia karena karier seorang pesepakbola cuma berkisar 13-14 tahun.”

“Keputusan ada di tangan dia, bukan saya. Saya dan dia berbicara sebagai seorang pria, melihat satu sama lain dengan tegas dan berkata jujur. Saya masih tidak paham apa yang membuatnya kurang bahagia karena saya menilai dia gembira di ruang ganti.”

“Mari kita tunggu saja apa kejadian di masa depan. Bila keputusan itu milik saya, tentu saja saya akan tetap mempertahankannya dan memberi dia makan malam saya,” tutup Gattuso.

Gennaro Gattuso Terancam Dipecat

gennaro gattuso ac milan 2018
gennaro gattuso ac milan 2018

AC Milan secara mengejutkan cuma bisa bermain seri tanpa gol ketika menyambangi markas tim papan bawah Frosinone dalam giornata 18 Serie A 2018/19, Rabu (26/12) lalu. Akibat hasil tersebut maka tim besuta Gennaro Gattuso belum pernah menang di lima partai terakhir di seluruh kompetisi.

Dalam periode tersebut Il Diavolo Rosso gagal lolos ke fase gugur Liga Europa dan tergusur dari empat besar liga. Untuk sementara Allesio Romagnoli dan kawan-kawan terthan di urutan keenam. Alhasil Gattuso pun terancam dipecat.

Menurut sumber yang kami dapatkan dari Football Italia, pihak manejemen klub pun mulai mempertimbangkan nasib Gattuso sebagai manajer kepala. Kedua kubu konon telah mengadakan pertemuan guna membicarakannya.

Rangkaian hasil minor dalam beberapa waktu belakangan bisa saja membuat Gattuso kehilangan jabatannya. Akan tetapi ada rumor bahwa Gattuso masih diberi kesempatan terakhir saat Il Diavolo Rosso meladeni SPAL akhir pekan nanti.

Gattuso pribadi merasa menjadi orang yang bertanggung jawab atas rangkaian hasil buruk tim arahannya dan dia sudah siap menerima konsekuensinya.

“Saat ini saya hanya fokus pada tim. Saya tidak berpikir tentang jabatan saya. Saya dinilai atas kinerja saya dan saya adalah orang yang berdiri terdepan,” kata Gattuso usai melawan Frosinone, seperti dikutip Football Italia.

“Saya merupakan nahkoda dari kapan ini dan saya bertanggung jawab.”

“Menjadi tugas saya mengeluarkan potensi terbaik dalam diri para pemain karena sejauh ini mereka bermain di bawah standar.”

“Mereka tidak merasa tenang dan ada kegugupan. Itulah yang saya pikirkan saat ini dan selebihnya apapun bisa saja terjadi.”

Ibrahimovic Pertimbangkan Opsi Pulang Ke Milan

zlatan ibrahimovic ke ac milan 2018

zlatan ibrahimovic ke ac milan 2018Ada sebuah kabar bahagia untuk para tifosi AC Milan. Salah satu bidikan transfer mereka, Zlatan Ibrahimovic, kabarnya sedang memikirkan opsi untuk pulang ke San Siro pada jendela transfer musim dingin mendatang.

AC Milan memang sedang berupaya untuk mendapat ujung tombak baru ketika bursa transfer musim dingin nanti dibuka. Gennaro Gattuso menyebut timnya kurang greget di lini depan sehingga mereka harus segera mendapatkan teman duet Gonzalo Higuain.

Satu nama yang masuk dalam daftar incaran Il Diavolo Rosso ialah Zlatan Ibrahimovic. Penyerang veteran tersebut dianggap bakal jadi mega transfer untuk Rossonerri di musim dingin nanti.

Seperti diberitakan oleh Tuttosport, langkah Milan dalam mendapat tanda tangan Ibrahimovic itu kian menjadi nyata. Mantan pemain Manchester united tersebut juga berminat untuk pulang ke Milan di tahun baru nanti.

Kita ketahui bersama bila Ibrahimovic sekarang ini sedang bertarung di Amerika Serikat. Ia memperkuat Los Angeles Galaxy sejak pertengahan tahun ini.

zlatan ibrahimovic 2018

Selain itu LA Galaxy juga gagal lolos ke babal playoff MLS musim ini. Hasilnya Ibrahimovic takkan bermain sampai bulan Maret 2019 mendatang ketika turnamen Major League Soccer bergulir lagi.

Lantaran waktu yang kosong terlalu panjang, maka Ibrahimovic tertarik kembali mentas di Eropa guna menjaga kondisi fisiknya. Dalam laporan itu proposal dari manajemen Milan telah disampaikan langsung ke agen agen si pemain dan striker Swedia itu merasa antusias dengan peluang kembali ke San Siro.

Seperti kita ketahui jika Ibrahimovic sempat dua taruhn berseragam Merah Hitam. Dalam kurun dua musim dia berhasil membawa Milan merengkuh satu trofi scudetto dan Piala Super Italia.

Beberapa kali pula Ibra mengatakan rasa cintanya pada Milan sehingga ia bersedia untuk memperkuat lagi Ac Milan di awal tahun depan. Sepanjang kompetisi MLS musim ini bergulir Ibrahimovic bermain dalam 27 pertandingan yang mana ia sukses menyumbangkan 22 gol dan 7 assist bagi LA Galaxy.

Gattuso Masih Aman Dari Pemecatan

gennaro gattuso ac milan 2018

gennaro gattuso ac milan 2018Leonardo Araujo yang kini menduduki kursi Direktur Sepakbola AC Milan, memastikan bahwa posisi Gennaro Gattuso sebagai pelatih masih aman. Leonardo pun juga membantah ada anggapan bila manajemen klub menginginkan dia pergi.

Kelanjutan nasib Gattuso di kursi manajerial Milan memangs empat jadi bahan perbincangan di tanah Italia. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah serangkaian hasil buruk yang dialami oleh Alessio Romagnoli dan kawan-kawan. Awalnya situasi panas tercipta setelah kekalahan dalam pertandingan derby kontra Inter Milan.

Situasi kian menjadi buruk usai Rossoneri lagi-lagi menuai kekalahan. Pasca tumbang dari rival sekota, Milan secara mengejutkan harus dikalahkan oleh tim lemah Real Betis di Liga Europa. hasil itu semakin menyakitkan karena mereka bermain di kandang sendiri yakni San Siro.

Usai dua hasil buruk tersebut ada isu bila Gattuso ada isu berhembus jika pelatih berjuluk Si Badak ini akan lengser. Akan tetapi situasi mulai mendingin berkat kemenangan 3-2 yang didapatkan oleh Milan atas Sampdoria. Sedangkan Leonardo sendiri merasa sangt yakin dengan kinerja sang manajer.

Gennaro Gattuso mulai menduduki kursi kepelatihan Il Diavolo Rosso pada tengah musim lalu, menggantikan Vincenzo Montella yang dipecat. Manajer 40 tahun itu dianggap cukup berhasil karena bisa mengantarkan timnya meraih satu spot di Liga Europa.

ac milan 2018

“Kami tak bisa membantah bahwa ada isu soal Gattuso yang datang terus menerus. Hari ini Gattuso masih menjadi pelatih Milan dan kami menginginkan dia tetap bertahan di sana, untuk meraih kemenangan dan mengembangkan skuat ini,” ucap Leonardo pada Gazzetta.

“Kami tak mungkin berbicara soal itu setiap hari, satu hal yang kerap kami bicarakan ialah tentang di luar lapangan. Apakah anda lupa apabila Gattuso, Paolo Maldini dan saya pernah bersama? Kami selalu jujur satu dengan yang lain,” sambungnya.

Walau tunduk dari Inter Milam, secara keseluruhan mantan petinggi Paris Saint-Germain ini menyebut bila kinerja AC Milan sejauh ini masih dalam trek yang benar. Milan sendiri masih ikut bersaing di liga domestik dan kans lolos ke fase knock out Liga Europa cukup terbuka.

“Kami adalah tim paling tajam ketiga di liga dan hanya terpaut tiga angka dari zona Liga Champinos. Kami pun berada di di urutan kedua klasemen Liga Europa. Saat saya masih melatih, normal jika ada isu pemecatan,” tutup Leonardo.

Higuain Akui Jadi Tumbal Transfer Ronaldo

gonzalo higuain ac milan 2018

gonzalo higuain ac milan 2018Striker andalan AC Milan, Gonzalo Higuain, akhirnya buka mulut terkait transfernya ke San Siro pada bursa transfer lalu. Higuain akui bahwa dirinya adalah tumbal dari keputusan Juventus mendaratkan Cristiano Ronaldo.

Higuain yang memulai kariernya bersama Juve tahun 2016 lalu sebenarnya memegang peranan penting di barisan depan I Biancoenri. Sejauh ini dia sudah mengumpulkan 40 gol di dua musim pertamanya di Turin sekaligus mengantarkan timnya menjurai dua gelar scudetto secara berturut-turut.

Akan tetapi di bursa transfer musim ini Juventus mendapatkan tangkapan besar. Tak main-main, Juventus merekru salah satu striker terbaik sejagat raya yakni Cristiano Ronaldo dengan banderol sebesar 100 juta euro.

Higuain mengatakan bahwa kepindahan Ronaldo menjadi penanda dari akhir kebersamannya dengan Juventus. “Saya sama sekali tidak punya keinginan untuk pergi dari sana (Juventus),” buka Higuain dalam wawancara kepada Gazzetta Dello Sport.

Higuain mengonfirmasi bila transfernya ke San Siro bukan atas kemauannya sendiri melainkan karena ia berada dalam paksasan.

gonzalo higuain 2018

“Saya mempunyai kecintaan besar pada Juventus karena mereka memberikan perlakuan yang baik pada saya. Saya pun mendapat dukungan besar baik dari rekan satu tim ataupun para suporter.”

“Saya tak meminta kepada klub agar menjual saya. Akan tetapi apa yang dibilang oleh banyak orang di luar sana benar, jika saya disingkirkan dari Juventus.”

Higuain sendiri tidak menyesal bergabung dengan Milan karena klub asal kota mode tersebut adalah pelabuhan ideal bagi karirnya.

“Saya menyadari ada hal yang tak beres saat mereka merekrut Cristiano dan saya bisa mengatakan bukan dari diri saya yang memutuskan untuk pergi dari Juventus.”

“Saya telah melakukan semuanya bagi Juventus, saya juga meraih banyak trofi di klub ini. Setelah Cristiano datang, klub ingin membuat sebuah lonjakan besar di tim mereka dan mereka berkata kepada saya tak mungkin lagi bertahan bersama klub ini, dan kami menemukan solusi terbaik yaitu bergabung dengan Milan.” tandasnya.

Inter Milan Kembali Lambungkan Penawaran Pada Rafinha

Inter Milan sebelumnya sudah diklaim mundur dalam perburuan transfer bek sayap Barcelona, Rafinha. Berselang beberapa hari kemudian muncul kembali kabar bahwa Nerazzurri siap memberikan penawaran baru agar Barcelona mau melepas sang pemain.

Dalam hal ini, pihak Inter masih menunggu tanggapan dari Barcelona atas proposal mereka, ​​namun diperkirakan akan menyelesaikan kesepakatan Rafinha dengan status pinjaman dengan opsi pembelian permanen di harga 38 juta euro.

Negosiasi terus berjalan, batas waktu untuk memastikan transfer Rafinha akan terjadi akhir pekan ini. Berdasarkan info burung yang keluar baru ini, tawaran pinjaman dengan opsi 35 juta euro untuk membeli belum sepenuhnya meyakinkan Barcelona.

Bisa diprediksi tawaran itu akan kembali putus ditengah jalan. Harga yang diminta Barcelona adalah 40 juta euro untuk pemain yang baru saja membuat comeback dari cedera tengah pekan ini, usai absen selama 10 bulan.

Diyakini kedua klub akan menuju ke titik saling menguntungkan. Rafinha diharapkan bergabung dengan status pinjaman dengan opsi 38 juta euro untuk membeli di akhir musim.

Ketertarikan Inter terhadap Rafinha sendiri tak lepas dari sosok Luciano Spalletti yang diklaim sangat mengagumi permainan Rafinha. Untuk itu, Inter didesak oleh sang pelatih untuk mendatangkan sang pemain ke San Siro guna memperkuat lini pertahanan Inter yang dilihat mulai menurun penampilannya.

Dortmund Tutup Rapat Peluang Inter Dapatkan Reus

Borussia Dortmund secara tegas menolak semua penawaran yang berkaitan dengan nama Marco Reus. Ini terbukti dengan penolakan yang mereka tunjukan kepada klub kaya baru Serie A Italia, Inter Milan.

Sejatinya sudah muncul nama Inter dibursa transfer musim dingin 2018 ini, namun Dortmund menutup semua jendala peluang Inter untuk mendapatkan jasa Reus. Adapun ketertarikan Inter kepada Reus berdasarkan kekosongan dan kekurangan daya kreatif lini tengah.

Disamping itu sosok Luciano Spalletti disebut sebagai pengagum permainan Reus. Alahasil, Spalletti mendesak manajemen Inter untuk mendatangkan Reus ke San Siro guna menduetkan sang pemain dengan Mauro Icardi.

Namun sayang, semua itu harus terkendala dengan skandal penolakan tegas dari Dortmund. Mereka mengklaim tidak menjual Reus di saat ini dan tidak bisa pula memastikan masa depan sang pemain di masa mendatang.

Merasa mentok dengan nama Reus, kini klub pemilik perusahaan Tiongkok, Suning Group tersebut diyakini juga membidik bomber Dortmund lainnya, Andre Schurrle.

Sementara nama Reus sendiri tak sepi akan peminat, dimana bukan hanya Inter saja yang memiliki ketertarikan. Disebutkan juga datang nama Arsenal, Liverpool, Manchester United hingga Atletico Madrid.

Masih panjangnya waktu bursa transfer musim dingin 2018 ini, maka masih ada peluang bagi klub peminat Reus. Kini tinggal reaksi dari Inter atau pun klub luar lainnya dengan mencari cara agar bisa mendapat kata kesepakatan dengan Dortmund.

Buffon Kecewa dengan Respon Dunia Luar Pada Allegri

Gianluigi Buffon menunjukan rasa kecewa yang begitu besar dengan apa yang terjadi sekarang, disini sang legenda aktif Juventus ini mengklaim bahwa Massimiliano Allegri tak mendapatkan pujian yang cukup atas pekerjaan luar biasa yang sang pelatih sudah lakukan sampai saat ini.

Allegri bermental baja dengan datang ke Juventus yang diiringi banyak keraguan dan kritik pedas. Hal ini terjadi lantaran Allegri menggantikan sosok Antonio Conte yang sukses memberikan sentuhan berbeda untuk Juventus.

Namun semua kritik dan keraguan berakhir dengan sebuah prestasi. Selama tiga musim ini, Allegri membuktikan bahwa kritik dan cemooh padanya tak menghalanginya mempersembahkan prestasi bagi Bianconeri. Allegri membawa Juventus menembus dua final Liga Champions dalam tiga tahun dan juga mempertahankan Scudetto.

Atas apa yang didapat Juventus sampai sekarang, maka Buffon melihat Allegri tak mendapat sebuah penghormatan yang layak dari dunia luar yang notabenenya adalah pendukung Juventus sendiri dan juga para petinggi sepakbola Italia.

“Klub telah membangun skuat yang sangat kuat, terdiri dari para pemain dengan harga diri, dedikasi, dan keinginan untuk bersaing dan unggul, dan yang berharap bisa juara lagi,” terang Buffon.

“Ada juga manajemen Allegri, di mana tak ada orang-orang yang membicarakan itu karena dia tak mengiklankannya, di mana ini luar biasa. Saya merasa ada pujian untuk semua orang, tapi tak ada banyak mengalir mengarah kepadanya,”

“Saya tak mengarah kepada siapa pun. Ini bukan pembelaan pada pelatih. Kami tak banyak mendengar pujian itu pada Allegri, namun ketika anda menang, maka itu ada sedikit pengaruh dari pelatih,”

“Tak pernah saya merasakan sebagai sosok pelatih, tapi bila saya harus mengambil sesuatu dari Allegri itu adalah tentang kejernihannya dan kegilaan dari keberaniannya dalam membuat pilihan tertentu pada waktu yang tidak pernah diduga.” tutup Buffon.

Kini Allegri bersama Juventus masih berada di jalur yang benar, dimana mereka memiliki peluang mengakhiri musim 2017/18 dengan meraih gelar Serie A Italia dan juga Liga Champions.

Terlalu Cepat Menilai Kerja Gattuso

Menjabat sebagai manajer AC Milan, Christian Abbiati secara tegas meyakinkan kepada semua pihak untuk tetap bersabar atas apa yang sedang dikerjakan oleh pelatih baru Gennaro Gattuso di sisa musim 2017/18 ini.

Gattuso diketahui baru menjabat satu bulan sebagai arsitek baru Milan, dirinya menggantikan posisi Vincenzo Montella yang dinilai gagal membawa Rossoneri bersaing di papan atas Serie A Italia.

Meski begitu, Gattuso yang juga diberikan beban besar oleh manajemen Milan masih belum juga menunjukan kebesarannya sebagai pelatih hebat. Ini terlihat dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani Gattuso, dimana Milan hanya mampu meraih tiga kemenangan, tiga kali kalah dan sekali seri.

Beruntung bagi Gattuso ketika kemenangan terbaru mereka dapatkan saat melawan Inter Milan di perempat final Coppa Italia yang disebut juga sebagai kemenangan bergengsi karena bisa mengalahkan tim sekota.

Semakin menariknya disini ketika masa depan Gattuso mulai dipertanyakan sebelum pertandingan kontra Milan semalam. Dua kekalahan sebelumnya, melawan Verona dan Atalanta di Serie A disebut akan membuat Gattuso dipecat.

Menanggapi isu yang berkembang luas diluar, lantas Abbiati buka suara dengan menegaskan bahwa ini terlalu cepat untuk menilai kinerja Gattuso di Milan.

“Sangat mudah untuk melakukan kritik bila hasilnya tak datang, tapi para pemain bekerja keras, saya melihat itu setiap hari dalam latihan. Terlalu cepat menilai kerja Gattuso,” ucap Abbiati.

“Saya yakin bahwa cepat atau lambat Gattuso akan mampu mentransmisikan karakter dan rasa laparnya kepada para pemain. Dia telah melatih tim ini selama sebulan dan masih terlalu cepat untuk menilai. Saya bisa menjamin dia bisa melakukan pekerjaan besar.” tutupnya.