Kalah Tipis Dari Tottenham, Guardiola Masih Belum Menyerah

Manchester City VS Tottenham
Manchester City VS Tottenham

Kekalahan atas Tottenham Hotspur pada putaran pertama perempat final semakin mendekatkan diri Manchester dengan pintu keluar Liga Champions. Tapi Josep Guardiola selaku pelatih tidak mau menyerah sampai di sini.

The Citizens harus pulang dengan tangan kosong dalam kunjungan ke kandang Tottenham Hotspur pada hari Rabu (10/4) tadi. Mereka gagal membalas gol semata wayang yang dicetak oleh Son Heung-Min jelang pertadingan berakhir.

Manchester City masih punya peluang lolos ke babak berikutnya, namun kemenangan dengan margin skor dua gol atau lebih harus mereka dapatkan dalam pertemuan berikutnya. Untungnya, putaran kedua akan diselenggarakan di rumah mereka, Etihad Stadium.

Bukan Hasil yang Buruk
Kekalahan 0-1 tersebut membuat Manchester City harus bekerja lebih keras di ajang Liga Champions, namun Guardiola tidak melihatnya sebagai sesuatu yang buruk. Malahan, hasil itu membuat Guardiola semakin bersemangat.

“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Dalam kompetisi seperti ini, jika anda ingin sampai ke final, anda harus melalukan sesuatu yang berbeda. Kami masih punya kesempatan dan kami akan memanfaatkannya” jelas Josep Guardiola dalam situs resmi Manchester City.

Berharap Cetak Gol, Namun Gagal
Pada pertandingan tersebut, Manchester City sebenarnya punya kesempatan untuk membukukan gol tandang. Tepatnya pada menit ke-13 setelah pemain Tottenham Hotspur, Danny Rose, kedapatan menyentuh bola di kotak terlarang.

Sergio Aguero yang dipercaya untuk menjadi eksekutor. Sayang tembakannya berhasil dimentahkan oleh kiper The Lilywhites, Hugo Lloris. Guardiola setengah menyayangkan kegagal0an tersebut, dan berharap bisa membayar dengan tuntas pada putaran kedua nanti.

Jadwal putaran Kedua
putaran kedua antara Manchester City melawan Tottenham Hotspur akan diselenggarakan pada hari Kamis (18 April 2019) pekan depan. Namun sebelum itu, Sergio Aguero dan rekan-rekannya harus melakoni pertandingan lanjutan Premier League dengan menghadapi Crystal Palace.

Data dan Fakta Menarik Jelang Viktoria Plzen vs Real Madrid

Data dan Fakta Menarik Jelang Viktoria Plzen vs Real Madrid

Data dan Fakta Menarik Jelang Viktoria Plzen vs Real MadridViktoria Plzen dijadwalkan berjumpa dengan tim raksasa Real Madrid dalam pekan keempat Grup G Liga Champions 2018/19, Kamis (08/11). Apa saja data serta fakta sebelum pertandingan ini digelar? Simak ulasannya berikut ini.

– Dalam pertemuan pertama musim ini Plzen menyerang 1-2 di Santiago Bernabeu. Sebiji gol hiburan Plzen lahir dari Patrik Hrosovsky, sementara gol Los Blancos dibuat Karim Benzema dan Marcelo.

– Di grup ini Plzen baru mengoleksi sebiji angka saja yakni seri 2-2 menghadapi CSKA Moscow (kandang), kalah 0-5 dari AS Roma (tandang), lalu tumbang lagi 1-2 vs Madrid (tandang). Plzen dipastikan tak lolos ke babak 16 besar apabila kalah dalam pertandingan ini serta Roma menundukkan CSKA Moskow.

– Pada matchday pertama lalu Real Madrid menggulung AS Roma 3-0, kemudian tunduk 0-1 di kandang CSKA pada matchday 2 dan terakhir menang atas Plzen. Madrid kini berada di urutan kedua klasemen.

– Kali terakhir Plzen bermain kandang kontra klub Spanyol ialah pada Liga Europa 2015-2016 silam dimana skor berakhir seri 3-3.

Data Menarik Jelang Viktoria Plzen vs Real Madrid

– Rekor laga kandang Plzen menghadapi klub Spanyol ialah satu menang, satu seri, dan satu kalah. Selain itu Plzen juga cuma meraih dua kemenangan di lima pertandingan terakhirnya dalam berbagai kompetisi.

– Madrid baru saja mengganti pelatihnya usai menderita kekalahan 1-5 dari Barcelona. Scolari ditunjuk sebagai manajer interim menggantikan Julen Lopetegui. Hasilnya cukup memuaskan dimana tiga laga beruntun berhasil dimenangkan.

– Madrid baru menelan lima kekalahan dari total 35 laga di Eropa. Dan juga El Real baru empat kali kalah dalam 19 pertandingan tandang terakhir di Eropa yakni 11 kemenangan, empat imbang, dan empat kalah.

– Pada kunjungan terakhir ke Republik Ceko 17 tahun silam Real Madrid sukses mempecundangi Sparta Praha di second group stage Liga Champions. Itu menjadi kemenangan perdana Real Madrid di negara tersebut, satu menang, dua imbang, dan dua kalah.

– Sejarah Los Galaticos menghadapi klub dari Republik Ceko baik kandang maupun tandang adalah enam kali menang, tiga imbang, dan dua kalah. Salah satunya ialah 2-1 vs Plzen pada matchday ketiga lalu.

– Tim raksasa Spanyol ini belum pernah kalah dalam enam partai terakhir kontra klub Republik Ceko, kandang dan tandang empat menang dan dua seri.

Conte Senang dengan Kabar Kembalinya Kante di Skuat Chelsea Lawan Roma

Antonio Conte senang dengan kabar kembalinya N’Golo Kante ke skuat utama Chelsea, dengan demikian sang gelandang andalannya ini akan siap untuk pertandingan melawan AS Roma dilanjutan fase Grup D Liga Champions malam ini.

Kante sudah absen dalam beberapa laga penting Chelsea, terakhir kali terlihat Kante pada pertandingan level internasional bersama timnas Prancis awal bulan September kemarin. Namun dipertandingan itu pula Kante harus menerima kenyataan dengan tertimpa cedera hamstring.

Kehilangan Kante jelas sangat berpengaruh dalam keseimbangan permainan Chelsea, terbukti mereka harus bermain buruk dengan kalah dan imbang 3-3 melawan Roma di Stamford Bridge, London. Dan kini, kabar gembira itu disambut senyum lebar oleh Conte yang akan bermain di Italia.

Pada kesempatan jumpa pers sebelum pertandingan, Conte menyebut Kante dan Danny Drinkwater telah fit. Itu artinya ada kemungkinan dua mantan pemain Leicester City ini akan bermain bersamaan di Olimpico, Roma.

“Kami siap dengan kembalinya Danny Drinkwater dan Kante yang telah pulih. Kante berlatih bersama kami, juga sebelum pertandingan melawan Bournemouth. Saya pikir sangat penting saat ini untuk berbicara dengan pemain dan perasaan pemain juga penting,” tutur Conte.

“Saya pernah jadi pemain dan saya tahu betul setelah cedera, cedera yang buruk, sangat penting untuk mendengarkan pemain. Bagi dia dan bagi tim. Hal ini akan membuat kami berpikir agar bisa memutuskan hasil terbaik.” ucap Conte.

Dilain sisi, pemain lain yang masih cedera macam Victor Moses belum bisa dipastikan kapan waktu tepatnya kembali ke Chelsea. Conte sendiri menilai masa pemulihan Moses membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun kehilangan Moses bukan kendala buruk sebagaimana pemain lain memiliki kapasitas dan performa yang sama baik dengan gelandang kelahiran Nigeria tersebut.

“Moses butuh lebih banyak waktu. Kami harus mengambil satu persatu pertandingan dan mencoba memberikan yang terbaik disetiap waktu.” tutup Conte.

Gerrard Pandang Satu Kesalahan Turunkan Svilar Lawan MU

Pekan ketiga fase grup Liga Champions telah menghadirkan satu kejadian menarik, dimana sosok Mile Svilar muncul sebagai aktor utama. Berseragam Benfica, Svilar dianggap tidak pantas bermain melawan Manchester United.

Pembenaran juga disampaikan oleh legenda Liverpool, Steven Gerrard yang mengklaim satu kesalahan telah dilakukan oleh Benfica dengan menurunkan Svilar dilaga melawan tim yang sudah berpengalaman macam Setan Merah.

Sebelum pertandingan digelar, satu sikap mengejutkan telah diperlihatkan oleh pelatih Benfica, Rui Vitoria. Dimana sudah banyak pandangan datang bahwa sang pelatih akan menurunkan veteran Julio Cesar ketimbang memainkan Svilar yang belum pernah bermain di Liga Portugal sebelumnya.

Svilar sebenarnya mengawali laga dengan cukup baik. Namun dia melakukan sebuah blunder fatal dalam mengantisipasi tendangan bebas Marcus Rashford sehingga berbuah menjadi gol.

Menanggapi hasil ini, Gerrard mengklaim Vitoria adalah sosok yang harus bertanggung jawab. Sang pelatih akhirnya harus membayar mahal karena memainakn Svilar.

“Saya tidak mengerti apa yang sudah dipikirkan pelatih dengan memainkan Svilar. Memainkan Svilar adalah sebuah langkah yang keliru. Memang betul dia adalah kiper yang bertalenta, namun dia jauh dari kata siap untuk bermain di Liga Champions.” demikian kritik Gerrard.

Kemenangan tipis 1-0 ini jelas sangat menguntungkan Manchester United, dimana wakil Inggris tersebut terus berada aman dipuncak klasemen sementara grup A Liga Champions dengan raihan 9 poin.

Griezmann Akui Chelsea Lebih Baik dari Atletico

Antoine Griezmann mengakui sebagai orang yang bertanggung jawab atas kekalahan Atletico Madrid dari Chelsea. Pengakuan ini tidak lepas dari penyadaran diri Griezmann yang mengklaim dirinya telah bermain buruk di dua babak normal.

Bertandang ke markas Metropolitano, Chelsea diluar dugaan berhasil meraup tiga poin sempurna hasil dari kemenangan 2-1. Kemenangan itu bisa dibilang cukup dramatis, pasalnya The Blues mampu mencuri gol pada menit-menit penghujung babak kedua.

Jalannya pertandingan sendiri cukup berimbang dengan penguasaan bola yang sangat tipis dimenangkan oleh Chelsea. Pada dasarnya, tuan rumah berhasil unggul lebih dulu melalui sepakan titik dua belas pas yang sukses diekseskusi oleh Griezmann pada menit ke-40.

Atletico pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Masuk babak kedua, Chelsea menujukan sedikit perubahan dengan bermain agresif. Alhasil tandukan kepala jarak dekat Alvaro Morata berhasil masuk deras ke gawang Atletico, skor pun berubah 1-1.

Dan pertandingan tetap berlanjut secara perlahan, pada akhirnya sampai dimenit-menit akhir, dimana Diego Simeone menginstruksikan para pemainnya untuk menekan The Blues. Hasilnya cukup baik dengan Chelsea sangat tertekan dibarisan pertahanan.

Melihat tekanan yang ada, Antonio Conte lantas menarik keluar Morata dan juga pemberi assist, Eden Hazard dengan mamasukan Willian dan Michy Batshuayi. Pergantian itu pun terbilang sangat jitu, Batshuayi berhasil menempatkan diri didepan gawang Atletico dengan menyambut umpan silang dari Marcos Alonso.

Alhasil gol jarak dekat Batshuayi merubah takdir Chelsea dengan sukses membawa pulang tiga poin keduanya usai dipekan perdana kemarin mereka berhasil menang besar 6-0 atas Qarabag di Stamford Bridge, London.

Griezmann pun buka suara dengan menanggapi hasil pertandingan dengan menambahkan jika Chelsea layak menang karena mereka bermain baik ketimbang Atletico. Dan tak ketinggalan jika dia menyadari bahwa dirinya bermain dibawah stardart.

“Bisa saja kami kehilangan permainan terbaik dari penampilan buruk saya. Diluar dari gol itu, saya tidak sama sekali merasakan hari indah. Mereka pantas menang, tim yang lebih baik dari segala aspek,” cetus Griezmann.

“Tidak ada yang bisa saya katakan lagi. Kami harus bisa bangkit dan mencoba memenangkan semua pertandingan sisa.” tutupnya.

Kemenangan ini telah menjadikan Chelsea sebagai pemuncak klasemen sementara grup C dengan perolehan 6 poin hasil dari dua kali kemenangan, sementara Atletico harus puas berada diposisi ketiga karena baru menghasilkan 1 poin hasil dari satu kali imbang.

Melihat dari tim lain, AS Roma berhasil menang atas Qarabag dengan skor tipis 2-1. Kemenangan Roma ini telah membuat mereka berada diposisi kedua klasemen dengan raihan 4 poin.

Sungguh Aneh, Dembele Malah Minta Jersey Messi

Akan menjadi hal biasa ketika pemain meminta jersey pemain lain disaat pertandingan berakhir, namun satu kisah aneh baru saja terjadi. Aktornya adalah pemain baru Barcelona, Ousmane Dembele. Disini sang pemain muda kelahiran Prancis tersebut malah meminta jersey yang dikenakan Lionel Messi.

Sontak aksi Dembele ini mengundang banyak reaksi, pasalnya Messi adalah rekan setimnya di Barcelona. Hal itu sendiri terjadi dikala Barcelona berhasil mengalahkan Juventus dengan skor telak 3-0 dilanjutan fase grup Liga Champions tengah pekan kemarin.

Setelah pertandingan berakhiri, nampak Dembele mengitari pemain untuk bersalaman sembari mencari Messi untuk dimintai jersey yang dikenakannya. Berdasarkan informan terpercaya, Dembele memang sudah lama mengincar jersey Messi sebagai simbol kenangan dan baru dimomen inilah dia bisa mewujudkan impiannya tersebut.

Dan di akhir pekan nanti, Barcelona akan kembali melanjutkan misi lain. Dimana Getafe akan menjadi batu sandungan yang harus dilewati Barcelona dalam pentas La Liga Spanyol. Sampai saat ini, Barca berhasil memuncaki klasemen sementara dengan raihan sembilan angka atas tiga kemenangan beruntun.

Bersama Barcelona, Dembele diproyeksikan sebagai pemain pengganti Neymar yang memusutkan meninggalkan Camp Nou menuju Paris Saint Germain. Berduet dengan Lionel Messi dan luis Suarez dilini depan, nama Dembele masih diragukan akan langsung cocok dan beberapa pandangan tegas keluar bahwa Dembele masih butuh satu sampai dua musim ke depan sampai benar-benar nyetel dengan permainan Barca.

Jelang Laga, Van Bronckhorst Puji Mentalitas City

Putaran grup Liga Champions 2017/18 telah resmi digelar, pekan perdana kemarin sudah dibuka dengan berbagai pertandingan super mewah yang mempertemukan tim-tim terbaik Eropa. Kini satu yang tak kalah menarik akan terjadi dalam laga antara Manchester City kontra Feyenoord.

Jelang pertandingan, kedua kubu saling lempar pujian serta kesiapan masing-masing. Satu contoh nyata terjadi dari pernyataan Giovanni van Bronckhorst selaku pelatih Feyenoord yang menyebut City adalah tim yang bisa menjadi juara Liga Champions musim ini.

Feyenoord datang ke Liga Champions dengan status sebagai juara Eradivisi Belanda, mereka akan berjuang dipentas tertinggi liga Eropa dengan taktik van Bronckhorst. Kembalinya Feyenoord telah mengakhiri penantian 15 tahun mereka yang absen di Liga Champions.

Besar harapan dari van Bronckhorst timnya bisa mengalahkan City dikandang sendiri. Dilain sisi, City bersama Josep Guardiola sudah menghabiskan 200 juta pounds untuk membeli pemain anyar di musim panas. Dan bukti ini telah meyakinkan van Bronckhorst bahwa sang lawan sangat siap untuk mentas di Liga Champions.

Pujian pun dilemparkan oleh Van Bronckhorst kepada City yang juga mampu tampil konsisten di kompetisi Liga Primer Inggris. Buktinya sampai hari ini, mereka sukses menyamai raihan poin Manchester United yang berada di puncak klasemen Premier League dengan 10 poin.

“City mencatat start yang sangat bagus dimusim ini. Mereka adalah klub besar dengan pelatih dan pemain yang hebat. Mereka adalah salah satu tim terbaik di Eropa. Jelas saja ini adalah tugas berat kami untuk memetik poin perdana,” buka van Bronckhorst.

“Pengalaman serta kualitas telah mengiringi mereka sampai saat ini dan menurut saya, mereka adalah salah satu tim yang sanggup memenangkan Liga Champions. Guardiola sudah bekerja dengan baik. Saat ini mereka punya kemampuan untuk meraih hasil bagus. Dia adalah manajer yang hebat. Dia adalah seorang inspirasi dan dia sudah membuktikannya dengan sukses meraih gelar ini.” van Bronckhorst mengakhiri.

Conte Sadari Sulitnya Juara Liga Champions

Antonio Conte nampak menyadari apa yang akan timnya hadapi dalam satu musim 2017/18. Untuk itu sang pelatih meminta kepada anak asuhnya agar selalu fokus pada setiap pertandingan dan program yang sudah direncanakan.

Satu langkah baru yang akan dijalani The Blues adalah putaran liga Champions. Conte menyebut jika kompetisi terbaik Eropa itu adalah kompetisi besar dengan banyak tim besar dan hebat di dalamnya. Keberuntungan dan kerja keras menjadi modal Conte untuk membawa Chelsea ke puncak tertinggi.

Chelsea sendiri pernah merasakan berada sebagai juara, dimana musim 2012 adalah waktu dimana Chelsea menjadi yang terbaik di benua biru. Mereka sukses menjadi juara usai mengalahkan Bayern Munchen di final. Gelar juara itu pun menjadi yang terakhir bagi Chelsea, kini mereka kembali dengan wajah sebagai juara bertahan Liga Primer Inggris 2016/17.

Namun yang harus diperhatikan adalah posisi mereka di fase Grup, dimana The Blues tergabung bersama dengan tim-tim besar macam Atletico Madrid, AS Roma dan Qarabag. Dilihat bahwa Grup C ini adalah grup neraka dan dipertandingan pertama nanti, anak asuh Conte akan kedatangan tamu dari Azerbaijan, FK Qarabag.

Pada kesempatan terbuka, Conte mendapat pertanyaan dari pers perihal peluang Chelsea mengulang kesuksesan musim 2012 lalu, Conte mengatakan bahwa mereka tak harus buru-buru mematok target juara karena semua yang paling penting adalah proses dan kerja keras.

“Semua ini butuh proses dan jalan yang terbaik adalah kami bermain. Ingat apa yang terjadi pada kami dalam beberapa musim terakhir, kerja keras pun kami lakukan dan memperbaiki diri setiap tahun selangkah demi selangkah dan tiba kemudian siap menghadapi Real Madrid atau Bayern Munchen atau Juventus. Anda tak menciptakan tim yang besar dan kuat dengan mudah,” buka Conte dalam sesi jumpa pers jelang laga melawan Qarabag di London.

“Komptisi ini sangatlah besar dan hebat, maka bersenang hatilah sudah bisa sampai disini. Kami harus mengerti bahwa kami memulai sebuah jalan. Saya harap jalan ini pendek. Kami akan mencoba bersaing dalam waktu singkat dan tak harus menunggu empat atau lima tahun ke depan.” tutup Conte.

Ronaldo Sabet Penghargaan Pemain Terbaik UEFA 2017

Jawara La Liga Spanyol, Real Madrid benar-benar menjadi sosok yang paling diperhatikan dalam gala UEFA 2017. Dalam acara tersebut, EL Real mendominasi peraih penghargaan pemain terbaik Liga Champions musim 2016/17 yang diumumkan pada Kamis, 24 Agustus 2017 di Monte Carlo, Monaco.

Satu nama yang menjadi sorotan dunia adalah kesuksesan mega bintang Cristiano Ronaldo yang meraih gelar pemain terbaik UEFA. Dari kategori pemain terbaik, Ronaldo sukses mengalahkan dua pesaing terberatnya macam Lionel Messi dan Gianluigi Buffon.

Terpilihnya Ronaldo sebagai yang terbaik memang tak bisa dianggap sebelah mata. Sukses mengantarkan Portugal meraih gelar juara Euro 2016 dan mengantarkan Real Madrid kembali menjadi juara Liga Champions 2016/17 adalah jawaban atas keraguan yang diberikan kepada UEFA.

Pencapian tersebut telah menjadi bukti bahwa Ronaldo layak menjadi yang terbaik di Eropa untuk sekarang ini. Tak berhenti sampai disitu saja, Ronaldo juga menyabet penghargaan lain. Dimana nama Ronaldo kembali terpilih sebagai pemenang dalam katergori penyerang terbaik Liga Champions.

Dan untuk kedua kalinya, Ronaldo kembali mengalahkan rival abadinya, Lionel Messi dan penantang baru, Paulo Dybala. Semakin membuat nama Madri harum ketika ketegori gelandang terbaik dan bek terbaik Liga Champions telah jatuh ketangan Luka Modric dan Sergio Ramos.

Satu gelar yang terlepas dari genggaman Madrid hanya pada ketegori kiper terbaik Liga Champions. Dimana kategori tersebut dimenangkan oleh Gianluigi Buffon yang musim lalu mengantar Juventus melaju ke babak final. Sedangkan dari sisi luar pesepakbola pria, UEFA memperkenalkan Lieke Martens yang sukses menyebet gelar berkategori pemain wanita terbaik.

Ronaldo: Saya Pikir Mereka Sudah Kehabisan Bahan untuk Mengkritik Saya

Cristiano Ronaldo wajar saja membanggakan diri atas apa yang sudah terjadi dimusim ini, untuk itu Ronaldo yakin tak mungkin lagi ada kritik yang mengarah kepadanya jika melihat hasil yang ada.

Ronaldo, 32 tahun menjadi sosok penting dalam kemenangan besar 4-1 Real Madrid atas Juventus dilaga final Liga Champions kemarin. Sang pemain sukses mencetak dua gol kemenangan dibabak pertama dan babak kedua, gol tersebut pun mengeluarkan catatan sejarah baru dalam rekor gol Ronaldo sepanjang karir.

Bukan hanya saja menjadikan gelar ke-12 untuk EL Real, Ronaldo tercatat sebagai pemain yang sukses mencetak 600 gol diseluruh pentas internasional dan domestik. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dalam karir sebagai pemain sepakbola, tak berhenti sampai disitu saja, Ronaldo juga terpilih sebagai Match of The Match dilaga final tersebut.

Gelar ke-12 Madrid juga meninggalkan catatan sejarah baru dengan keluar sebagai tim pertama yang sukses mempertahankan gelar juara usai sebelumnya terjadi pada AC Milan dalam format lama. Adapun gelar ini merupakan yang keempat atau ketiga untuk Ronaldo bersama EL Real. Kini Ronaldo menjadi top skorer sepanjang masa Liga Champions dengan 105 gol.

Manambahkan jika Ronaldo juga berhasil mengungguli Lionel Messi dengan keluar sebagai top skor Liga Champions musim ini. 12 gol sukses dibuat Ronaldo sekaligus unggul satu gol dari Messi. Meski mendapat banyak sanjungan, Ronaldo pun tak bisa lepas dari kritik. Namun Ronaldo tak ingin membalas komentar orang yang mengkritiknya.

“Bukan saat yang tepat untuk membicarakan fans, saya sudah mengatakan sebelumnya. Yang paling penting adalah saya menjuarai Liga Champions lagi. Ini adalah musim yang luar biasa bagi saya dan bagi rekan-rekan tim saya, meraih dua gelar. Mari kita lihat statistik yang ada dan saya ingin mereka melihatnya,” cetus Ronaldo usai pertandingan.

“Saya pikir mereka sudah tak memiliki bahan untuk mengkritik saya karena angka tidak mungkin berbohong. Saya sangat senang, kami memenangkan trofi dan tentu saja ini adalah salah satu musim terbaik saya setelah sebelumnya saya rasakan bersama Portugal.” demikian pernyataan singkat Ronaldo kepada awak media.